Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Parodi Sepak Bola
Sepak Bola Melawan Lupa Pelanggar HAM VS Pembela HAM

Tgl terbit: Selasa, 06 Juli 2010

Parodi Sepak Bola


Sepak Bola Melawan Lupa Pelanggar HAM VS Pembela HAM


Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan menghadirkan magis yang luar biasa bagi milyaran pasang mata diseluruh dunia. Tanpa terkecuali di Indonesia, turnamen Sepak Bola akbar empat tahunan ini mampu menyihir masyarakat dari segenap lapisan untuk sejenak melupakan beban hidup yang semakin berat dan persoalan sosial politik yang tiada henti mendera negeri ini. Aksi-aksi menawan dari Leonel Messi, David Villa, Thomas Muller, Diego Forlan, Park Ji Sung, dll seakan menjadi obat penenang bagi kegalauan masyarakat Indonesia, khususnya korban pelanggaran HAM berat yang hingga kini tak kunjung beroleh keadilan.

Sepak Bola kita kenal tidak hanya membawa pesan olah raga dan kesehatan semata, namun mengandung value yang sangat prinsipil yakni berupa pesan kemanusiaan no racism, fair play, hukuman bagi pelanggar aturan, sportifitas dan universalisme. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian integral dalam promosi Hak Asasi Manusia. Untuk itu, berangkat dari momentum ini, para pembela HAM yang tergabung dalam Gerakan Melawan Amnesia Sejarah menggelar “parodi Sepak Bola melawan lupa”.

Lupa terhadap sejarah kelam kemanusiaan yang pernah terkoyak di negeri ini, sejarah hitam yang masih menganga hingga kini, hak para korban yang masih diabaikan oleh negara, mereka yang meninggal, hilang, cacat, putus sekolah, musnah harta bendanya, terampas masa depannya akibat kesalahan negara di masa lalu masih terabaikan bahkan terus menjadi borok yang terus disembunyikan oleh pemerintah dalam pergaulan internasional. Pemerintah masih mengedepankan penegakan HAM normatif, berupa ratifikasi berbagai kovenan dan konvensi HAM Internasional namun abai dalam penegakan HAM substantif, berupa pemulihan hak para korban, penghukuman pelaku dan pengungkapan kebenaran.

Melalui pesan sepak bola (parodi), kami hendak menyegarkan kembali ingatan kita bersama tentang beban masa lalu yang belum selesai. Peristiwa 1965-1966, penembakan misterius 1981-1983, Peristiwa Tanjung Priok 1984, Peristiwa Talangsari Lampung 1989, peristiwa 13-15 Mei 1998, peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II 1998-1999, Penghilangan Paksa Aktivis 1997-1998, pembunuhan Marsinah, penghilangan Udin, pembunuhan Munir dan berbagai kasus lainnya yang tak kunjung dilirik oleh pemerintah.

Sepak Bola (parodi) akan memotret suasana batin, sosial politik dan historis pada saat peristiwa pelanggaran HAM itu terjadi dan manifestasi respon negara hingga kini. Kita akan melihat bagaimana spirit Wiji Thukul akan bekerjasama dengan Munir, Marsinah dll (dalam parodi topeng) berusaha memasukan “bola keadilan” ke dalam jala impunitas para pelanggar HAM, sebaliknya, kita akan dicemaskan oleh sepak terjang tim yang dipimpin Jenderal Besar Soeharto dll berusaha menghadang, mematikan dan mengintimidasi bahkan menculik “bola keadilan” dari kaki Marsinah dll yang terus menggempur pertahanan para pelanggar HAM.

Sekali lagi, semoga pesan (parodi sepak bola) akan terus menyegarkan ingatan kita, memantik tanggungjawab negara yang masih abai dan menjadi fondasi ruang ingatan yang akan terus terpatri di benak kita bersama demi masa depan Indonesia yang lebih baik, masa depan yang tidak kembali mengulang sejarah kelam masa lalu.

Jakarta, 6 Juli 2010

Gerakan Melawan Amnesia Sejarah

GEMAS

FKKM 1998 - Paguyuban Mei 1998- HAMMURABI -IKAPRI-JSKK-KontraS-

KASUM-PBHI, Arus Pelangi



Kasus terkait Pembunuhan Munir 2004;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 4,752 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org