Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document

Materi Sekolah HAM Mahasiswa (SeHAMA) 2016

Gambaran Umum

1-21 Agustus 2016


Download Formulir SeHAMA VIII




I. Latar Belakang

Sekolah Hak Asasi Manusia untuk Mahasiswa (SeHAMA) merupakan suatu pendidikan HAM yang dirancang oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia. Agenda pendidikan ini merupakan bagian dari pengembangan wacana hak asasi manusia sebagai bentuk dari kepedulian dan tanggung jawab KontraS untuk memajukan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghargaan terhadap nilai-nilai hak asasi manusia. Mahasiswa adalah subyek dari pelatihan ini. Peran mahasiswa di tengah lingkungan sosialnya, menempatkan mahasiswa tidak sekadar sebagai agen perubahan sosial namun juga dengan daya intelektualitasnya mampu memajukan peradaban bangsa yang berprinsip pada nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.

Mahasiswa juga memiliki peranan kontrol sosial terhadap realitas sosial yang tidak mengedepankan nilai-nilai keadilan akibat dari masih banyaknya ketidakadilan struktural yang terjadi di negara ini. Dalam konteks ini adalah praktik-praktik penyalahgunaan wewenang bercorak pelanggaran HAM. Dewasa ini pengembangan wacana HAM telah menjadi bahasa sehari-hari dan telah digunakan baik di kalangan birokrasi, militer, maupun di kalangan masyarakat umum. HAM bukan lagi menjadi kosakata eksklusif yang hanya dimiliki oleh para pegiat atau aktivis HAM bahkan pengacara saja. HAM juga bukan lagi menjadi kosakata ‘kotor’ dalam leksikon politik di Indonesia. Namun pada kenyataannya, masih banyak dari mahasiswa Indonesia mengalami kontradiksi eksistensi dalam menghubungkan peran dan status sosial yang mereka miliki dengan dinamika HAM yang berkembang begitu dinamis akhir-akhir ini. Dengan demikian, pelatihan ini memiliki semangat untuk mengkristalkan pembentukan keadaban HAM di tengah masyarakat dengan luas, melibatkan elemen mahasiswa sebagai motor gerakannya. 

Pengembangan wacana hak asasi manusia yang sehat akan sangat mendukung bagi terwujudnya harapan yang disebut di atas. Penyelenggaraan SeHAMA ini adalah media pendalaman kemampuan hukum dan HAM serta teknik-teknik advokasinya bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.  Pendidikan ini diadakan dengan maksud agar para mahasiswa sebagai entitas yang penting dalam perjuangan HAM bisa mengembangkan diri sekaligus terlibat aktif memperjuangkan hak asasi manusia. Dalam pelatihan ini, akan dibahas soal seputar konsep dasar HAM, serta mahasiswa akan diajak untuk mengetahui kondisi bagaimana penegakan hak asasi manusia di lapangan dengan melaksanakan live in ke beberapa tempat terjadinya kasus-kasus pelanggaran HAM dan bertemu langsung dengan korban.

Kali ini, KontraS akan memperkenalkan dan mengajak ketiga puluh peserta yang terpilih untuk mendalami aspek keadilan sosial dan ekonomi dalam dimensi pembangunan –termasuk pembangunan manusia, infrastruktur dan lain sebagainya dalam semangat pemenuhan, pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia.

 

II. Tujuan

  • Peserta memiliki pengetahuan soal HAM dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya;
  • Peserta memiliki pemahaman dasar mengenai nilai-nilai dan prinsip-prinsip pokok HAM, serta ruang lingkup permasalahan HAM baik tingkat nasional maupun internasional;
  • Peserta mampu menginternalisasikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip HAM agar bisa secara konkret diterapkan dalam keseharian;
  • Peserta mampu mengembangkan motivasi dan komitmen untuk melibatkan diri secara aktif  untuk memperjuangkan hak asasi manusia.

 

III. Materi

SeHAMA memiliki paket materi khusus yang selalu disampaikan kepada seluruh peserta. Materi-materi tersebut adalah: (i) Teori dan konsepsi tentang HAM, (ii) HAM sebagai instrumen dan mekanisme hukum, nasional, regional dan internasional, (iii) Mengenal konsep civil liberties (iv) Mengenal dan memperdalam konsep dasar hak-hak ekonomi, sosial dan budaya (v) Mengenal keterampilan advokasi berbasis HAM, (vi) Membangun rasa dan perspektif HAM yang berorientasi pada korban, (vii) Mengenal persoalan keadilan transisi, (viii) Mengenal Reformasi Sektor Keamanan, (ix) Mengenal konsep dasar kebebasan beragama dan berkeyakinan.

 

IV. Metode Pelatihan 

Metode ini menggunakan metode partisipatif. Peserta akan diajak belajar bersama selama 21 hari (3 pekan). Di mana para peserta dapat berpartisipasi secara aktif dalam belajar selama pelatihan. Kegiatan-kegiatan dalam pelatihan ini akan dipimpin  fasilitator meliputi: ceramah singkat, diskusi kelompok, pemutaran film dan latihan (studi kasus). Peserta juga akan dipertemukan dengan para ahli (baik akademisi, praktisi, aparatus negara) dan bisa berjumpa langsung dengan korban untuk memperluas pemahaman tentang isu HAM yang aktual, kontemporer dan menjunjung tinggi semangat universalisme.



 
 
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org