Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Tgl terbit: Selasa, 09 Desember 2014

Penembakan dan Pembunuhan Sewenang - Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan [KontraS]mendesak pertanggungjawaban negara [pemerintah] dan aparat keamanan atas aksi brutal berupa pembunuhan kilat [summary killing] dan sewenang sewenang [Extrajudicial killing], serta penganiayaan yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI - Polri terhadap warga sipil di Enaratoli, Paniai, Papua. Tindakan ini mengakibatkan 5 [Lima] pelajar tewas terkena luka tembak dan 17 [Tujuh belas] lainnya mengalami luka-luka [terlampir daftar nama-nama korban].

Berdasarkan informasi yang kami terima peristiwa itu terjadi karena warga yang bermaksud meminta pertanggungjawaban atas tindakan pemukulan terhadap warga Paniai yang dilakukan oleh anggota TNI dengan mengunjungi Koramil setempat, namun malah ditembaki secara brutal sehingga menimbulkan banyak korban [Kronologi lengkap, terlampir]

Sungguh sangat ironi, peristiwa ini terjadi menjelang peringatan Hari HAM Internasional pada setiap tanggal 10 Desember, alih - alih memberikan perlindungan kepada warga sipil, aparat keamanan di Papua, yang terdiri dalam gabungan Tim TNI dan Polri , lagi - lagi menggunakan kekuatan yang tidak proporsional [berlebihan] dan diskresi yang tidak tepat. Secara umum, peristiwa kekerasan ini menjadi noda dalam dalam peringatan untuk menghormati Hak Asasi Manusia dan secara khusus, menambah luka dalam masyarakat Papua, sejak 1960an, menjadi korban berbagai pelanggaran hak asasi manusia, dan praktis tak mendapatkan keadilan dari negara Indonesia.

Penyelesaian atau penanganan kasus ini harus mendapatkan reaksi segera dari pemerintahan Jokowi yang hari ini memberikan pidato dalam rangka memperingati Hari HAM. Sebab penuntasan kasus pelanggaran HAM tidak bisa diselesaikan hanya melalui mimbar pidato, melainkanharus dipastikan adanya perintah kepada instrumen negara untuk segera bertindak dan menyelesaikan dengan tuntas segala bentuk pelanggaran atas hak asasi manusia, termasuk pelanggaran yang terjadi dalam peristiwa ini.

Berdasarkan hal tersebut diatas kami mendesak:

Pertama,Pemerintah pusat segera membentuk Tim independen untuk mengunjungi Enarotali dan melakukan investigasi terhadap kekerasan berupa, penembakan, pembunuhan dan penganiayaan yang dilakukan secara brutal dengan melibatkan unsure Komnas HAM, LPSK, Mabes TNI, Mabes POLRI, KOMPOLNAS dan perwakilan masyarakat.

Kedua, Pemerintah melalui lembaga - lembaga terkait seperti Komnas HAM, LPSK segera memberikan layanan pemulihan medis dan psikososial kepada korban, termasuk perlindungan kepada saksi dan korban di lapangan

Ketiga, Untuk mencegah tindakan pelanggaran HAM dan kekerasan aparat keamanan di Papuaterhadap masyarakat sipil di masa mendatang, pemerintah harus segera melakukan dialog yang kontrusktif dengan masyarakat papua, dan menghentikan pendekatan penyelesaian konflik di Papua dengan pendekatan keamanan dan militeristik.

Jakarta, 9 Desember 2014


Haris Azhar, S.H MA
Koordinator Kontras


Kronologis Penembakan Yang menewaskan 5 warga Sipil Paniai

Awal kejadian pada tanggal 8 Desember, sekitar pukul 01.30 Wi subuh, sebuah mobil hitam jenis fortuner melaju dari Enaro menuju kota Madi, yang diduga dikendarai oleh dua oknum anggota TNI yang biasa disebut dengan Tim Khusus TNI. Karena melaju tanpa menyalakan lampu mobil, tiga remaja warga sipil menahan mobil tersebut, dan meminta lampu mobil dinyalakan, karena warga juga sedang menjaga keamanan di masing-masing pondok natal.

Tidak terima ditahan, beberapa oknum anggota Timsus TNI tersebut kembali ke Markas TNI di Madi Kota, dan kemudian mengajak beberapa anggota TNI kembali ke Togokotu, tempat ketiga anak remaja tersebut menahan mereka. Mobil ini kembali bersama beberapa anggota TNI, dan melakukan pengejaran terhadap tiga remaja tadi. Dua orang lari, sementara yang satunya dipukul hingga babak belur dan pingsang, kemudian warga melarikan anak ini rumah sakit.

Pagi harinya, warga Paniai berkumpul, dan meminta aparat melakukan pertanggung jawaban terhadap anak kecil yang dipukul, dan melakukan pembakaran terhadap mobil fortuner yang malam harinya diketahui melakukan penyerangan terhadap tiga warga tersebut. Masyarakat berkumpul di lapangan Karel Gobay, tapi belum dilakukan pembicaraan, aparat gabungan TNI dan Polri langsung melakukan penembakan secara brutal, dan empat orang tewas ditempat, dan sekitar 13 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit, beberapa dalam keadaan kritis. Satu orang lagi akhirnya meninggal dalam perawatan di rumah sakit MadiData Korbansementara

Korban Tewas

1.

Simon Degei - 18 tahun pelajar SMA Negeri 1 Paniai, kelas 12,

2.

Otianus Gobai - 18 tahun pelajar at SMA Negeri 1 Paniai, kelas 12,

3.

Alfius Youw - 17 tahun pelajar SMA Negeri 1 Paniai, kelas 12,

4.

Yulian Yeimo - 17 tahun pelajar SMA Negeri 1 Paniai, kelas 9,

5.

Abia  Gobay - 17 tahun pelajar SMA Negeri 1 Paniai, kelas 12,

Korban yang dirawat di rumah sakit Mahdi

1.

Oni Yeimo

2.

Yulian Mote

3.

Oktovianus Gobay

4.

Noak Gobai

5.

Bernadus Magai Yogi

6.

Akulian Degey

7.

Agusta Degey

8.

Andarias Dogopia

9.

Abernadus Bunai

10.

Neles Gobay

11.

Jerry Gobay

12.

Marice Yogi

13.

Oktovianus Gobay

14.

Yulian Tobai

15.

Yuliana Edoway

16.

Jermias Kayame

17.

Selpi Dogopia



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 41,848 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org