Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
PENCARIAN DETAIL
Keyword:
Kanal:
Kasus :
Isu :
hak :
Aktor Pelaku :
Wilayah :
Periode: -


OPINI
Menampilkan 144 Hasil Pencarian
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 All

Mewaspadai Arus Balik Reformasi
Sumber: KOMPAS.CETAK.COM | Tgl terbit: Rabu, 25 Mei 2011
Mulai dari demonstrasi, memorialisasi, pemutaran film, hingga mendatangi institusi negara yang dianggap bertanggungjawab terhadap kelanjutan reformasi. Tujuannya satu; mengingatkan bangsa ini bahwa hutang reformasi belum lunas.
Menimbang RUU Intelijen Negara
Sumber: KOMPAS.CETAK.COM | Tgl terbit: Rabu, 30 Maret 2011
Pemerintah mengusulkan agar Badan Intelijen Negara diberi wewenang menyadap dan menangkap seseorang atau badan hukum. Kewenangan yang dipercaya dapat membuat intelijen bekerja efektif itu disampaikan saat dimulai pembahasan RUU Intelijen Negara yang diajukan DPR kepada Presiden pada 23 Desember 2010.
Menimbang Rasa Berasasi Presiden Kita
Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 05 Februari 2011
Saya senang, saya bersyukur. Sejak 2004, tidak ada pelanggaran HAM. Kalimat itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia, yang telah memimpin negeri kita selama dua periode lamanya.
Refleksi Awal Tahun Kasus HAM Masa Lalu
Sumber: WWW.SINARHARAPAN.COM | Tgl terbit: Sabtu, 08 Januari 2011
Satjipto mengajarkan perlu individu-individu yang mau menjadi vigilante (pejuang) dalam penegakan hukum. Diperlukan aparat penegak hu­kum seperti Hakim Agung Andi Andojo yang berani melakukan "mesu budi", bukan penegak hukum yang hanya mementingkan keselamatan karier.
Munir, Ujian Sejarah HAM
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2010/12/11/05004670/m | Tgl terbit: Sabtu, 11 Desember 2010
Enam tahun silam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kasus Munir adalah ujian bagi sejarah kita (test of our history). Namun, lambat laun gema suara tersebut semakin meredup seiring dengan munculnya berbagai persoalan baru-baru ini.
Celebrating Indonesian Human Rights Defenders --In celebrating the International Human Rights Day,
Sumber: http://ukinindonesia.fco.gov.uk/en/news/?view=News | Tgl terbit: Kamis, 09 Desember 2010
The issue of celebrating human rights defenders (HRD) is central to the global human rights discourse. HRD advocate on human rights issues and cases around the world and many of them face threat and risks doing the work. In 1999 the United Nations agreed the â??Declaration on the Right and Responsibility of Individuals, Groups and Organs of Society to Promote and Protect Universally Recognized Human Rights and Fundamental Freedomsâ?? (UN Declaration on Human Rights Defenders) which describes the rights, frameworks and scope of works which might be undertaken by HRDs in doing their advocacy and also including the responsibilities of states to secure those rights
Sepuluh Tahun UU Pengadilan HAM
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2010/11/24/0257244/se | Tgl terbit: Rabu, 24 November 2010
Sejak dilahirkan oleh rahim Reformasi pada 23 November 2000, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia diharapkan mampu jadi perkakas utama penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat di Indonesia. Namun, harapan tersebut sulit terwujud.
Semangat Zaman Asmara Nababan
Sumber: cetak.kompas.com | Tgl terbit: Selasa, 02 November 2010
Di tengah khidmat peringatan Hari Sumpah Pemuda 2010 yang diselenggarakan Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, dari Guangzhou, Republik Rakyat China, terdengar kabar Asmara Nababan wafat. Rasa kehilangan segera menghampiri kerabat dekat aktivis dan 400-an orang dari 33 provinsi yang hadir. Sedih, sepi dalam takdir.
Canberra's politics and impact on human rights
Sumber: http://www.thejakartapost.com/news/2010/11/02/canb | Tgl terbit: Selasa, 02 November 2010
Australian Prime Minister Julia Gillard is on a two-day visit to Indonesia at the invitation of President Susilo Bambang Yudhoyono and will hold talks on bilateral cooperation on economic, security, development and environmental issues.
Pekerjaan Rumah Kapolri Baru
Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2010/10/05/0414273 | Tgl terbit: Selasa, 05 Oktober 2010
Kabar yang tak kunjung datang dari Istana tidak membuat publik berhenti menduga-duga siapa gerangan yang akan duduk memimpin Trunojoyo 1. Berdasarkan riwayat karier, kita bisa mengukur kredibilitas, rekam jejak, dan kompetensi yang membedakan calon yang satu dengan lainnya. Kapolri yang terpilih harus lebih baik daripada Kapolri saat ini.
Setahun Rekomendasi Kasus Penghilangan Paksa
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2010/09/30/03101553/ | Tgl terbit: Kamis, 30 September 2010
Meski tak spesifik disebutkan dalam pidato Presiden tentang delapan isu nasional baru-baru ini, tindak lanjut terhadap rekomendasi DPR terhadap kasus penghilangan orang secara paksa tetap dinantikan publik.
Dicari Kapolri dan Jaksa Agung Penegak HAM!
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2010/09/14/04301448/d | Tgl terbit: Selasa, 14 September 2010
Di tengah pemberitaan seputar arus mudik masyarakat ke kampung halamannya, tiba-tiba Presiden SBY menyampaikan pidato di hadapan para pemimpin media massa dan disiarkan langsung hampir di semua stasiun televisi.
Kapolri Baru dan Harapan Publik
Sumber: nasional.kompas.com | Tgl terbit: Selasa, 31 Agustus 2010
KOMPAS.com â?? Tak lama lagi, tepatnya pada Oktober 2010, Kepala Polri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri akan memasuki masa pensiun. Sejumlah kandidat mulai muncul dan menjadi wacana publik, siapakah orang yang tepat menjadi kepala Kepolisian Negara RI baru dan mampukah dia memulihkan citra Kepolisian Republik Indonesia?
B.H.D
Sumber: tempointeraktif.com | Tgl terbit: Senin, 23 Agustus 2010
SEKELOMPOK aktivis dan wartawan suatu hari pada Juni 2008 datang menemui Bambang Hendarso Danuri (BHD), yang ketika itu Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia. Mereka menanyakan nasib investigasi kasus Munir-aktivis hak asasi manusia yang tewas diracun dalam perjalanan Jakarta-Amsterdam pada 2004.
PERISTIWA 27 JULI, RIWAYATMU KINI?
Sumber: PRAKARSA-RAKYAT.ORG | Tgl terbit: Selasa, 10 Agustus 2010
Pada hari Selasa, 27 Juli 2010, kita kembali diingatkan pada sebuah tragedi kemanusiaan yang terjadi empat belas tahun lalu. Sebuah catatan sejarah yang sulit untuk dilupakan, namun sakit jika terlintas dalam ingatan, khususnya bagi mereka yang menjadi korban. Mungkinkah kebenaran peristiwa ini terungkap?

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org