SAATNYA KORBAN BICARA:
"Menata Derap Merajut Langkah"
Beberapa sosok manusia tengah bergerak pelan, gemetar dalam
kelam. Seorang perempuan, seorang ibu tengah merangkul,
merengkuh beberapa manusia korban sekaligus dalam
pelukannya, sambil berlutut bersama. Wajah sang bunda tengadah
ke atas. Teriakannya berpendar-pendar tanpa suara, matanya
menerawang jauh. Rupanya tengah dibisikkan sebuah doa
manusia pada situasi batas daya kemampuan hidupnya. Doa
sunyi dari para korban tragedi kekerasan politik di negeri ini.
Doa seorang anak, seorang mahasiswa, seorang petani, seorang
warga miskin urban dan seorang perempuan muda yang tengah
mendekap seorang bayi mungil. Sosok-sosok manusia yang
sengaja dibuat dalam posisi bertekuk-lutut dengan kepala
tertunduk lemah, untuk menggambarkan posisi yang dikenal
sebagai simbol gesture dari orang yang teraniaya, tidak berdaya
dan diancam untuk ditaklukkan.
File Deskripsi: Type: *.PDF Size: __ |