PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
9920319

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 1150 kali ]

Budaya Kekerasan Masih Mendominasi Wajah Polri

Setidaknya pada medio dua bulan terakhir (akhir Agustus-Oktober 2011) budaya kekerasan ditubuh Polri masih terus terjadi. Setidaknya tercatat beberapa kasus seperti peristiwa penembakan oleh anggota Polres Morowali kepada warga di Tiaka Sulteng, penangkapan sewenang-wenang dan penyiksaan terhadap 15 orang warga Papua di Kotaraja Jayapura, penembakan pekerja PT Freeport Indonesia dan terakhir kasus penyerangan dan tindakan rasisme Polri terhadap aktivis yang menolak isi UU Intelijen di depan gedung DPR RI. (lihat kronologis)

Beberapa tindak kekerasan dan pembunuhan oleh anggota Polri tersebut terjadi, disebabkan oleh banyak faktor, namun faktor utamanya adalah buruknya mekanisme penghukuman / sanksi internal untuk anggota Polri yang melakukan pelanggaran hukum / abuse of power. Sanksi yang sering diberikan hanyalah sanksi kode etik internal yang hukumannya relatif ringan bahkan sering berupa sanksi administratif.

Kasus penyerangan dan tindakan rasisme terhadap para aktivis yang sedang melakukan aksi menolak isi UU intelijen negara di DPR RI (11/10), terkesan “dibenarkan” oleh Polri tanpa ada kejelasan dan klarifikasi prosedur penanganan unjuk rasa yang digunakan, mengingat fakta di lapangan anggota Polri sesaat sebelum unjuk rasa selesai, dan para peserta aksi sudah merapat ke pinggir jalan, polisi yang berada di seberang jalan tiba – tiba menyerang dan mengeluarkan kata – kata rasis, salah seorang peserta aksi mengalami pemukulan, hingga lebam dan infeksi. Tindakan kekerasan tersebut telah dilaporkan ke Propam Mabes Polri, namun belum mendapat titik terang bahkan di satu sisi petugas Divisi Provesi dan Pengamanan (PROPAM) Mabes Polri menolak menerima pengaduan berbasis rasisme yang dilakukan personel Polri.

Budaya kekerasan di tubuh Polri ini semakin menunjukan lemahnya kepemimpinan Polri, karena tidak cukup mampu menunjukan perubahan paradigma, baik ditingkat konsep, kultur dan implementasi di lapangan. Sering terjadi kontroversi penerapan prosedur tetap (Protap) penanganan unjuk rasa, namun tidak banyak yang dilakukan evaluasi serius oleh Polri.

Meski Polri telah memasukkan kurikulum Hak Asasi Manusia (HAM) dalam materi pendidikan bahkan Kapolri telah mengeluarkan Peraturan nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan tugas Kepolisian Negara RI. Bahkan Polri juga telah memiliki beberapa Protap seperti Protap penanggulangan Anarkhi dan Dalmas, sebagai ukuran akuntabilitas, namun dalam implementasi di lapangan tidak banyak berpengaruh.

Jakarta, 16 Oktober 2011

KontraS, Sahabat Munir, HAMMurabi, Komunitas Sahabat Munir Tangerang (KSMT), PASTI Indonesia

Cp: Bustami Arifin (081318332251)

Lampiran: Kronologis pemukulan dan tindakan rasisme anggota Polri (unduh)



 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.196.201.253
Komentar
email
 
 
   
Budaya Kekerasan Masih Mendominasi Wajah Polri
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM