PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
10909008

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 2088 kali ]

Siaran Pers

Nomor: 21 /SP-KontraS/VIII/O5

Penembakan Misterius di Poso, Bukti Lemahnya

Aparat Keamanan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengecam penembakan yang terjadi terhadap dua warga sipil di Poso Budiyanto (3/8) dan Sarlito (4/8), keduanya warga Kelurahan Gebang Rejo, Poso Kota. Peristiwa tersebut terjadi hanya dalam kurun waktu delapan jam. Penembakan kedua terjadi kurang lebih 100 meter dari penembakan pertama. Peristiwa penembakan misterius ini terjadi dalam jarak 500 m dari Polres Poso.

Penembakan Misterius/Petrus ini adalah peristiwa pertama sejak operasi Sintuwu Maroso VII di perpanjang pada Juli lalu. Namun Petrus ini adalah tindak kejahatan yang berulang sejak konf1ik Poso hingga saat ini. Setidaknya dalam catatan KontraS telah terjadi Petrus sebanyak 26 peristiwa (26 korban), sejak tahun 2003 sampai dengan peristiwa yang terakhir. Kenyataan ini menunjukkan bahwa tidak ada korelasi signifikan antara operasi Sintuwu Maroso dengan pengakhiran tindak kekerasan disana. Padahal Poso adalah wilayah yang tidak begitu luas dibandingkan daerah konf1ik lain. Tidak pernah terungkapnya secara jelas pelaku dan motif dari Petrus maupun pengeboman selama ini dapat menimbulkan pertanyaan di masyarakat akan peran TNI/Polri dan intelejen selama ini dalam menjalan operasi Sintuwu Maroso. Fakta ini tentu akan semakin merendahkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sendiri. KontraS menilai bahwa pemerintah belum menunjukkan upaya serius dalam pengakhiran kekerasan di Poso. Pemerintah masih mengandalkan pola lama yang hanya menitik beratkan penyelesaian dengan model pengerahan pasukan dan perpanjangan operasi. Namun Negara tidak pernah secara sungguh..gungguh melakukan evaluasi terhadap efektifitas dari kebijakan ltu serta memastikan tidak adanya keterlibatan aparat dilapangan yang malah memperkeruh keadaan.

Oleh karena itu KontraS mendesak Pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja aparat keamanannya termasuk intelejen dilapangan. Pemerintah juga harus jujur mengevaluasi efektifitas dari pelaksanaan operasi Sintuwu Maroso selama ini yang menunjukan tidak perubahan situasi keamanan. Selain segala tindak pelanggaran serta penyimpangan yang dilakukan aparat keamanan dan pemerintah daerah setempat harus diselesaikan secara hukum. Pemerintah dan Komnas HAM juga harus pro aktif untuk melakukan penyelidikan atas kasus.kasus kekerasan yang selama ini terjadi di Poso dan
menghukum dalang dibalik segala tindak kekerasan ini.

Demikian.

Jakarta 4 Agustus 2005

Edwin Partogi
Haris Azhar
Kepala Bidang Operasional
Kadiv Investigasi , Dok & Riset

lampiran



 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.161.200.144
Komentar
email
 
 
   
Penembakan Misterius di Poso, Bukti Lemahnya Aparat Keamanan
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM