PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
10523214

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 2657 kali ]

SIARAN PERS

NO. 59/SP-KONTRAS/ XI/2000

TENTANG

KETERLIBATAN POLISI

DALAM SENGKETA TANAH DAN KEKERASAN

(Peran Polisi sebagai Tukang Pukul Perusahaan)

Semenjak usaha pengambilalihan kembali (reclaiming) lahan milik warga 7 desa di Kec. Tulang Bawang yang dikuasai PT. BNIL untuk lahan perkebunan, telah menimbulkan teror dan intimidasi terhadap warga. Tindakan ini dilakukan oleh Brimob Polda Lampung, Kamra serta sejumlah preman pasar yang dibayar untuk menjaga lahan perusahaan.

Belum hilang trauma dan ketakutan warga akibat teror dan intimidasi sejak adanya usaha warga untuk pengambilalihan lahan tersebut, kini kembali terjadi tindak kekerasan oleh Brimob, Kamra dan sejumlah preman dengan alasan mencari pelaku pembunuhan Wayan Raun, seorang Kamra yang tewas di daerah tersebut pada tanggal 28 Agustus 2000 akibat tindakannya mengancam warga dengan menggunakan senjata api dan melepaskan tembakan berkali-kali sehingga membuat masyarakat marah dan merebut senjata dari tangan Wayan Raun (terakhir, senjata yang digunakan I Wayan Raun tersebut telah diserahkan langsung ke Mabes POLRI, dengan Kapolri S. Bimantoro, Oktober 2000).

Berbagai tindak kekerasan dilakukan terhadap warga oleh aparat kepolisian setempat merupakan salah satu bukti yang mengindikasikan adanya keberpihakan kepolisian dalam penyelesaian masalah tanah. Warga semakin bahwa Brimob, Kamra dan sejumlah preman tersebut telah dimanfaatkan oleh PT Bangun Nusa Indah Lampung (PT.BNIL) untuk mengamankan lahan perusahaan dengan mengusir warga yang mencoba untuk mengambil alih tanah miliknya.

Intimidasi dan teror tersebut telah berlangsung sejak bulan Juli 2000 hingga saat ini (November 2000). Bahkan warga setempat meninggalkan desanya karena rasa takut terhadap teror dan intimidasi yang dilakukan oleh Brimob-Kamra PT. BNIL, dan kemudian tinggal sementara di DPRD Tk. I Lampung. Usaha yang mereka lakukan ternyata tidak membawa hasil yang positif.

Berbagai upaya telah diterima masyarakat petani, bahkan tuntutan masyarakat dalam hal keamanan telah diterima dan direkomendasikan ke Polda Lampung oleh Pimpinan DPRD Tk. I Lampung. Akan tetapi yang terjadi kemudian adalah justru semakin parah seiring adanya pembakaran rumah-rumah penduduk oleh Pam Swakarsa PT. BNIL yang mendapat dukungan dari Brimob setempat.

Kemudian intimidasi dan teror yang dilakukan oleh Brimob dan Pamswakarsa berkembang menjadi tindakan penangkapan sewenang-wenang serta pembakaran rumah-rumah penduduk bahkan disertai dengan tindakan penyiksaan (salah satu korbannya adalah M. Rulik yang menderita memar di sekujur tubuhnya serta terdapat bekas sundutan api rokok selama dalam proses tahanan POLDA).

Saat ini anggota masyarakat petani yang ditangkap dan ditahan (belum dibebaskan) terdapat 11 orang. Mereka diculik terlebih dahulu oleh beberapa orang yang berpakaian preman, terdapat beberapa orang berseragam diindentifikasikan sebagai polisi. Selain itu surat penangkapan dan penahanan terhadap mereka diberikan dan baru diterima oleh keluarganya setelah beberapa hari diculik, bahwa mereka berada di Polda Lampung. Ke 11 orang tersebut dikenai tuduhan bermacam-macam mulai dari mencuri kelapa sawit, penyanderaan mobil perusahaan, menipu rakyat, serta dianggap terlibat dalam pembunuhan Wayan Raun.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, Kontras mendesak Kapolri untuk segera :

Memerintahkan kepada seluruh jajaran POLDA Lampung untuk menghentikan tindakan-tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM (penangkapan dan penahanan semena-mena) terhadap masyarakat petani di Lampung, khususnya terhadap warga ketujuh desa di Kecamatan Tulang Bawang.

Melakukan tindakan hukum yang tegas terhadap semua pihak yang terlibat dalam tindakan pelanggaran HAM terhadap warga, baik itu oleh aparat kepolisian daerah Lampung, Kamra dan Pamswakarsa yang dipersenjatai.

Mendesak Kapolri untuk segera mengambil tindakan hukum melalui aparat Polda Lampung terhadap sengketa pertanahan antara masyarakat dengan PT.BNIL yang hingga saat ini belum terselesaikan serta membebaskan 11 warga desa yang telah ditangkap dan ditahan oleh jajaran Polda Lampung.

Mengecam keras tindakan aparat keamanan yang berpihak dan menghalangi masyarakat yang meminta penyelesaian sengketa tanah dengan PT. BNIL.

Jakarta, 10 November 2000

Munarman, SH

Koordinator Kontras


Daftar nama korban dan pelaku

No

Korban

Usia

Asal Desa

Pelaku

Tuduhan

1

Gusti Lanang

27 tahun

Dewa Agung

•  Orang tak dikenal

•  Polda Lampung

Mencuri kelapa sawit

2

A. Suyatno

58 tahun

Labuan Dalam

Polda Lampung

Menipu rakyat

3

Sutejo

60 tahun

Harapan Jaya

Polda Lampung

Menipu rakyat

4

Raswadi

60 tahun

Bandar Dewa

•  Wayan Murti

•  Agus Raswadi

•  Polda Lampung

Menyandera mobil perusahaan

5

Muslim

35 tshun

Bandar Dewa

•  Brimob

•  Pamswakarsa

Ikut membunuh Wayan Raun

6

Pamo

30 tahun

Bandar Rejo

Polda Lampung

Ikut menebangi batang kleapa

7

Wagio

35 tahun

Bandar Rejo

Polda Lampung

Ikut menebangi batang kelapa

8

Bani

35 tahun

Bandar Rejo

Polda Lampung

Ikut menebangi batang kelapa

9

M. Rulik Alex

36 tahun

Dewa Agung

4 orang terdiri dari:

•  3 orang preman. 2 orang dikenali namanya Sukarman dan Tukimin, 1 orang tidak dikenal

•  1 orang Brimob bernama Risman

Melakukan pembunuhan

10

Jaswadi

45 tahun

Dewa Agung

•  5 orang, 1 dikemal bernama Kapten Widodo

•  Polda Lampung

Melakukan pembunuhan

11

Maridi

50 tahun

Bandar Rejo

•  5 orang, 1 dikenal bernama Kapten Widodo

•  Polda Lampung

Melakukan pembunuhan



 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.83.141.145
Komentar
email
 
 
   
Keterlibatan Polisi dalam Sengketa Tanah dan Kekerasan
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM