PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
10299163

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 3518 kali ]

SIARAN PERS BERSAMA

KONTRAS – ELSAM

Tentang

Penyiksaan, Penahanan Semena-mena dan Pembunuhan terhadap

Masyarakat Sipil Oleh Aparat Brimob Pasca Insiden Abepura

 

 

Tanggal 16 Desember 2000, Johanes G. Bonay, SH, Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELS-HAM), telah menjalani pemeriksaan mulai dari pukul 17.00 waktu setempat, oleh Kepolisian Jayapura. Bonay diperiksa sehubungan dengan hasil konferensi ELS-HAM terhadap peristiwa pengejaran dan penangkapan oleh aparat Brimob dan polisi terhadap kelompok yang diduga melakukan penyerangan Mapolsek Abepura.

Hasil investigasi, yang dimuat siaran pers ELS-HAM, menjelaskan bahwa pasca penyerangan Mapolsek Abepura, Jayapura serta pembakaran 2 ruko oleh kelompok tak dikenal yang mengakibatkan 2 aparat meninggal dan 2 luka-luka, pukul 01.30 dini hari, 7 Desember 2000 lalu, malakukan pengejaran para pelaku atas perintah Kapolda Papua. Aparat Brimob dan kepolisisan mengabaikan asas praduga tak bersalah ( presumption of innocence) telah melakukan penggerebekan asrama mahasiswa, rumah-rumah kost dan perumahan penduduk Papua, terutama dari suku-suku penggunungan tengah. Aparat juga melakukan pembunuhan secara kilat, penggerebekan, penahanan semena-mena, penyitaan secaratidak sah dan mengeluarkan pernyataan-pernyataan diskriminatif.

Secara rinci, hal-hal yang melanggar HAM yang dilakukan aparat adalah sebagi berikut :

Penggerebekan asrama mahasiswa NINMIN, Jayawijaya, asrama IMI Puncak Jaya, asrama mahasiswa Yapen Waropen, rumah-rumah penduduk Anggruk-Jayawijaya di Skyline (suku Yali), pemukiman masyarakat Lani asal kecamatan Mamit, di Jl. Baru Kotaraja, serta pemukiman suku Kobakma Jayawijaya di Abepantai.

Pembunuhan Secara Kilat (summary execution) terhadap Elkius Suhuniab (18 th), siswa SMU 45 Entrop. Korban ditembak mati di pemukiman suku Yali, Jayawijaya di Skyline sekitar pukul 09.30 WIT. Jenazah korban diketemukan seorang anggota keluarga di kamar jenazah RSUD tanggal 8 Desember, pukul 03.00 dinihari.

Penangkapan dan Penahanan Semena-mena terhadap 101 orang warga di Polsek Abepura, Polres Jayapura dan Polda Papua.

Penyiksaan dan Pembunuhan di Luar Prosedur Hukum terhadap warga yang ditahan. 96 orang warga yang ditahan mengalami penyiksaan berupa pemukulan dengan tangan, popor senjata, sekop, rotan dan balok 5 x 10 cm, ditendang dengan sepatu lars, disundut rokok dan dipukul dengan sekop. Umumnya korban mengalami penganiayaan di wajah, belakang kepala, punggung dan tulang belakang, kemaluan, tangan dan kaki. Akibat penganiayaan, 2 orang penghuni asrama NINMIN Jayawijaya meniggal dunia, mereka adalah Johny K (18 th), mahasiswa STIE "Otouw dan Geisller" (STIE-OG) dan Orry Doronggi (17 th), siswa SMK Jayapura.

Mengeluarkan Pernyataan yang Diskriminatif dan Rasialis berupa tuduhan terhadap orang Wamena sebagai pelaku peyerbuan dan penyamaan mereka binatang. Aparat mengeluarkanpernyataan seperti, "Kamu pembunuh polisi tadi malam di Abe, Orang Wamena yang kasih habis kami punya kawan". Dan "Kamu seperti anjing dan babi yang buat kami punya masyarakat habis, kamu-kamu ini yang bakar rumah segala macam, lebih baik kamu mati di sini".

Menyita secara tidak sah (menjarah) uang dan harta korban saat melakukan penggerebekan, uang merupakan biaya pendidikan. Harta yang disita berupa (a) uang Rp 10.145.500 dan 80 kina (mata uang PNG), (b) benda : 1 batu delima, 1 cerek air, 1 buku rekening BPD, 1 pasang sepatu, 1 radio transistor, 1 parang dan 2 ikat panah (24 buah)

Tindakan aparat telah menimbulkan ketakutan para korban dan masyarakat pegunungan suku tengah. Masyarakat di lokasi penggerebekan takut jika kejadian ini terulang kembali dan mereka jadi korban berikutnya. Sebagian penghuni asrama telah keluar untuk menyelamatkan diri.

Berkaitan dengan hal-hal di atas, Kontras menyatakan :

Pertama, mengecam tindakan aparat keamanan yang telah melanggar hukum dan HAM dalam menyelesaikan insiden Abepura sehingga mengakibatkan jatuhnya korban dari masyarakat sipil yang sama sekali tidak mengetahui dan terlibat insiden tersebut. Penggunaan cara-cara tidak professional, tindakan brutal berupa penggerebekan, penahanan semena-mena, pnyiksaan dan pembunuhan membuktikan bahwa aparat keamanan beraksi bukan untuk mengusut persoalan, tetapi untuk melakukan teror dan ketakutan sebagai metode kriminalisasi masyarakat Papua.

Kedua, meminta kepada pihak Polri untuk menuntut pertanggungjawaban Kapolda Papua yang telah memerintahkan operasi yang meyebabkan jatuhnya korban di masyarakat sipil, serta pihak aparat keamanan yang terbukti telah melakukan tindakan-tindakan pelanggaran HAM sperti di atas. Dengan kata lain, Kepolisian Republik Indonesia harus bertanggungjawa atas tindakan aparaturnya terhadap masyarakat Papua.

Ketiga, penangkapan dan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Direktur Eksekutif ELS-HAM isi konferensi pers yang dilakukannya, dapat dikatagorikan sebagai bentuk intimidasi pelecehan terhadap Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defender) yang dijamin keberadaannya oleh hukum hak asasi manusia internasional. Oleh karenanya kami meminta agar pelecehan dan intimidasi yang dilakukan oleh aparat terhadap aktivis dan Pembela Hak Asasi Manusia segera dihentikan dan Kapolri harus menindak aparatnya yang terlibat.

Keempat, segera hentikan segala bentuk intimidasi dam pelanggaran HAM yang masih terjadi dalam kerangka pengusutan insiden Abepura dan segera gunakan proses pengusutan dan pemeriksaan yang professional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

KONTRAS
ELSAM
Munarman SH
Amiruddin


 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.243.17.133
Komentar
email
 
 
   
Penyiksaan, Penahanan Semena-mena dan Pembunuhan terhadap Masyarakat Sipil Oleh Aparat Brimob Pasca
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM