PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
13699341

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 2761 kali ]

Komnas HAM Harus Bentuk Penyelidikan Projusticia untuk Kasus Poso

Telah delapan tahun lalu kekerasan dan terror di Poso masih saja berlanjut. Kekerasan dan terror yang mengalami fluktuasi ini berlangsung ditengah-tengah ribuan aparat keamanan yang ditugaskan menciptakan keamanan. Anehnya keberadaan aparat keamanan Polisi, TNI, dan Intelejen di Poso tidak secara signifikan dapat mengakhiri segala bentuk kekerasan itu, kekerasan bahkan seolah memiliki mesiu baru dari setiap pengerahan pasukan operasi keamanan disana.

Dalam 8 tahun itu pemerintah terlihat dominan mengedepankan pendekatan penyelesaian Poso melalui operasi keamanan dengan membangun stigmanisasi bahwa konflik Poso adalah. konflik antar masyarakat (komunitas agama). Pemerintah tidak pernah bergeser, dari paradigma itu dan mengenyampingkan keterlibatan actor intelektual yang berusaha mempertahankan posisi Poso sebagai daerah konflik untuk kepentingan opportunis.

Anehnya, Komnas HAM sebagai lembaga yang memiliki tanggungjawab dalam upaya, menjaga nilai-nilai Kemanusiaan dan mendorong terwujudnya keadilan, hingga saat ini tidak mengambil langkah yang berarti. Komnas seolah berada di ruang lain dengan para korban yang terus jatuh dan terror yang terus berlangsung di Poso.

Padahal konflik Poso jelas merupakan tindak pelanggaran berat HAM. Sehingga sudah sepantasnya Komnas HAM segera melakukan penyelidikan projusticia dengan melibatkan komponen masyarakat sipil yang memiliki integeritas. Komnas HAM, harus keluar dari paradigma konflik yang dibangun oleh pemerintah yang menghadapkan-hadapkan masyarakat sebagai pelaku dan mengembangkan cara berpikir yang segragatif atas konflik ini. Karena konflik ini tidak akan bertahan lama apabila tidak didukung oleh mereka yang memiliki akses terhadap amunisi, bahan peledak dan senjata. Begitu pula mereka yang memiliki akses terhadap system keamanan sekaligus memiliki kemampuan untuk menggunakan senjata dan memetakan target korban serta lokasj dilakukannya kekerasan.

Kedamaian hanya akan terwujud di Poso bila para actor kekerasan dan terror itu diungkap dan diadili.

Jakarta, 9 November 2006

Badan Pekerja KontraS

 

Edwin Partogi
Ka. Biro Litbang
 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 184.73.72.163
Komentar
email
 
 
   
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM