PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
12932557

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 2309 kali ]

MANIFESTO KEADILAN

Keputusan Mahkamah Agung menghukum majalah Time dan memenangkan Suharto, membebaskan pembunuh Munir, membebaskan pelanggar HAM dan para koruptor, bahkan menolak uji materi perda diskriminatif atas perempuan adalah contoh-contoh telanjang dari penghianatan reformasi. Benteng akhir penjaga keadilan itu bukan saja telah mempermainkan mandat suci keadilan, tetapi sekaligus telah menghamba kembali pada kepentingan kekuasaan Orde Baru.

Penghambaan itu bukanlah suatu kebetulan belaka, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk mengembalikan politik lama, mengancam kebebasan pers, dan menutupi-nutupi pelanggaran HAM, justeru dalam kondisi di mana rakyat sangat mendambakan keadilan dan kebenaran.
Keangkuhan Mahkamah Agung bukan sekedar tampak pada kegilaan lembaga itu dalam hal pengaturan administrasinya sendiri seperti terlihat pada penentuan sesuka-sukanya gaji dan masa jabatan, tetapi juga pada keangkuhannya untuk menampilkan diri sebagai lembaga yang tak tersentuh aturan bernegara, seperti saat menolak audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan pengawasan hakim oleh Komisi Yudisial. Ini inkonsisten dengan kebijakan MA sendiri.

Tentu saja kondisi itu berkaitan juga dengan kondisi umum kehidupan politik kita yang makin tanpa arah dan tanpa etika. Keseluruhan gerak reformasi memang sedang  dalam bahaya, karena kepemimpinan politik tidak mampu memperlihatkan ketegasan habis-habisan dalam soal pemberantasan korupsi Suharto dan kroni-kroninya, serta dalam soal penegakan Hak-hak Asasi Manusia

Oleh karena itu, dengan ini kami menuntut  pembersihan total Mahkamah Agung dari para pemerkosa keadilan, penjual hukum dan orang-orang berwatak Orde Baru yang selama ini telah membuat MA menjadi sarang mafia peradilan. Sebagai langkah menuju pembersihan itu, Ketua MA Bagir Manan harus diberhentikan.

Dibacakan di depan Gedung Mahkamah Agung RI, Jakarta, pada hari Kamis, tanggal 4 Oktober 2007, Pukul 14.00

KOMITE AKSI BERSIHKAN MAHKAMAH AGUNG
Contact person : Usman Hamid


Nursyahbani Katjasungkana-Denny Indrayana-Firmansyah Arifin-Dian Sastrowardoyo-Heru Hendratmoko-Binny Buchory-Goenawan Mohamad-Rieke Dyah Pitaloka-Estu Fanani- Bivitri Susanti-Syamsuddin Haris-Rizal Malik-Rachland Nashidik-Rahman Tolleng-Santoso-Wahyu Susilo-Garin Nugroho-Dita Indah Sari-Hendardi-Hamid Basyaib-Maria Pakpahan-Rafendi Djamin-Hilmar Farid- Teten Masduki-Anis Hidayah-Marco Kusumawijaya-Syaiful Mudjani-Fikri Jufri-Sabam Siagian-Daniel Dhakidae-Willy Aditya-Clara Juwono-Nugroho Dewanto-Andi Achdian-Indra Jaya Piliang- Bambang Widodo Umar-Ibnu Tricahyo-Patra M. Zen-Andi Yuwono-Dian Kartika Sari-Guntur Romli-Rena Herdiyani-Chalid Muhammad-Suciwati-Rena Herdiyani-Ridho Triawan -Ray Rangkuti-Don K Marut-Saldi Isra



 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.226.213.228
Komentar
email
 
 
   
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM