PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
25584336

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 2512 kali ]

Hentikan Hukuman Mati!

Dalam waktu dekat, pemerintah secara resmi telah menyatakan akan mengeksekusi terpidana mati Amrozi, Ali Gufron dan Imam Samudera yang dituduh bertanggungjawab atas peristiwa bom Bali tahun 2002. Rencana tersebut kembali mengusik hati nurani kemanusiaan kami yang paling dalam, dan karena itu mendorong kami untuk kembali menegaskan pernyataan ini: HENTIKAN HUKUMAN MATI! Jangan ada lagi pembunuhan, apalagi atas nama hukum.

Terlepas dari perbuatan yang dilakukan Amrozi dan kawan-kawan serta peristiwa bom Bali yang telah memakan begitu banyak korban, menurut kami, tidak ada landasan apapun, baik landasan agama, pertimbangan etis, maupun pertimbangan hukum yang dapat menjadi dasar pelaksanaan hukuman mati dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan rasional. Sikap kami itu dilandasi argumen sebagai berikut, yang seyogianya menjadi pertimbangan para pelaksana hukuman mati di Indonesia:

Pertama, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai hukum dan moral, sudah selayaknya hak untuk hidup (right to life) menjadi nilai yang dijunjung tinggi oleh kita semua. Tidak ada seorangpun yang berhak menentukan mati hidupnya seseorang, baik itu seseorang yang membunuh orang lain maupun negara yang menggunakan kekuasaannya untuk mengeksekusi mati seseorang.

Kedua, hak untuk hidup juga merupakan landasan paling dasar bagi setiap pertimbangan etis. Tanpa penghormatan atas hak untuk hidup itu, maka tindakan etis tidak memiliki makna karena kehidupan dapat dengan semena-mena dicabut. Padahal kami meyakini, setiap tindakan yang bersifat etis merupakan upaya terus menerus untuk meluhurkan kehidupan dalam berbagai bentuk dan dimensinya.

Ketiga, berbagai studi yang pernah dilakukan memperlihatkan bahwa hukuman mati tidak menimbulkan “efek jera” yang diniatkan oleh ancaman hukuman tersebut. Dewasa ini, studi-studi tersebut justru memperlihatkan kecenderungan yang semakin besar dari berbagai Negara yang beradab untuk mencabut hukuman mati dari sistem peraturan dan perundang-undangan mereka. Terkait dengan kasus bom bali 2002, para terpidana mati tidak pernah takut akan ancaman hukuman mati yang harus mereka hadapi. Bahkan mereka bangga karena menganggap perbuatan mereka merupakan suatu pengorbanan suci yang harus dibayar oleh nyawa mereka. Akhirnya, eksekusi mati tidak menimbulkan efek jera terhadap perbuatan-perbuatan dan niat-niat serupa bahkan sebaliknya berpotensi menimbulkan suatu kebanggaan.

Keempat, hukuman mati merupakan titik final yang tidak dapat ditinjau kembali, jika seandainya putusan hakim yang dijatuhkan ternyata salah. Banyak kasus yang terjadi baik di Indonesia maupun di luar negeri memperlihatkan bahwa kesalahan tersebut dapat saja terjadi. Dengan hukuman mati, kesalahan tersebut tidak dapat ditinjau dan diperbaiki. Itu berarti ada banyak kemungkinan di mana kita membunuh orang yang sesungguhnya tidak bersalah!

Kelima, eksekusi mati merupakan pencabutan nyawa seseorang dengan alasan legal. Pencabutan nyawa yang disengaja, meskipun dengan alasan berdasarkan putusan pengadilan tetap saja berarti membunuh. Apabila suatu perbuatan pembunuhan yang dibalas dengan pembunuhan pula maka kita sedang memperpanjang rantai kekerasan terhadap nyawa, yakni pembalasan dendam nyawa balas nyawa. Jika kita cinta kehidupan tentunya kita tidak akan pernah mendukung kematian.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan dasar tersebut, maka kami melihat sudah saatnya pemerintah Indonesia menghapuskan hukuman mati dari sistem peraturan dan perundangan di Indonesia. Langkah ini merupakan langkah paling bijak dalam pergaulan antar-bangsa yang lebih beradab.

Karena itu kami sekali lagi menyerukan, HAPUS HUKUMAN MATI SEKARANG JUGA! Tidak ada alasan apapun untuk mempertahankannya. Mari kita bawa bangsa ini sebagai bangsa yang menghargai nyawa dan kehidupan.

Jakarta, 30 Oktober 2008
Hormat kami,

Aliansi Hapus Hukuman Mati


Contact person:
- Rusdi Marpaung : 0811177982
- Taufik Basari : 0815 864 77616
- Ade Rostina Sitompul: 0852 854 78411


 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.89.139.226
Komentar
email
 
 
   
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM