 [ dilihat 2099 kali ]
Untitled Document
PRESS RELEASE
TENTANG
PEMATANGAN KEMBALI SUHU KONFLIK
OLEH MILITER DI KOTA AMBON
Mencermati situasi dan kondisi Ambon, tampaknya, konflik dikota Ambon masih akan terus bergulir. Indikasi ini terlihat dari masih terus berlangsungnya bentuk-bentuk tindak kekerasan dan adanya upaya untuk terus menubuhkan sentimen dan memelihara situasi konflik akhir-akhir ini, terutama yang dilakukan oleh satuan-satuan militer yang bertugas disana. Aparat militer kembali melakukan manuver-manuver operasi yang berimplikasi pada adanya korban dari kalangan sipil dikota Ambon. Peristiwa kamis berdarah, 14 Juni 2001, dimana aparat batalyon gabungan (yongab) terdiri dari kopassus, marinir, dan paskhas AU dengan berseragam tentara lengkap dan mengendarai 3 truk telah melakukan tindakan perusakan terhadap pasilitas kesehatan di daerah kebun cengkeh dan tindak kekerasan berupa penganiayaan. Penahanan semena-mena dan pembunuhan diluar prosedur hukum terhadap masyarakat sipil disekitar lokasi kejadian, sungguh kembali menunjukkan bahwa militer kembali menjadi faktor dari keberlangsungan konflik dikota Ambon.
Sebelumnya pada tanggal 24 Januari 2001, 4 warga sipil juga telah menjadi korban penembakan oleh aparat militer yang tergabung dalam batalyon gabungan didaerah perbatasan batu merah, mandika, tanpa alasan yang jelas, dua dari empat mayat korban penembakan tersebut turut diseret dengan panser dan hilang tidak tentu rimbanya.
Tindak kekerasan yang dilakukan aparat militer pada tanggal 14 Juni 2001 menurut kontras telah menunjukkan bahwa
Pertama, aparat militer telah memancing kembali kerusuhan dan keresahan dikalangan masyarakat Ambon, dengan mencoba melakukan teror dan intimindasi terhadap masyarakat dengan bentuk tindakan-tindakan refresif. Dengan munculnya keresahan, maka suhu konflik akan meninggi dan matang, sehingga siap untuk diledakkan sesuai dengan momentum politik yang termakan elemen masyarakat sebagai aminisi konflik.
Kedua, tindak kekerasan terhadap masyarakat sipil yang dilakukan aparat militer semakin bahkan dugaan bahwa militer sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Penciptaan skanario konflik maluku. Panjangnya masa konflik jika dihubungkan denganpesanan ribuan militer tanpa gugus tugas dan agenda penyelesaian semakin kuat sinyalemen keterlibatan militer dalam proses pemeliharaan konflik. Militer tidak membiarkan atau memberi peluang terhadap terjadinya konflik pisik, tetapi justru menjadi aktor-aktor konflik dan konfrontasi bersenjata. Tidak habis tertulis karena tidak dapat dibaca....buku salin ulang...
Badan pekerja
Munarman
21 Juni 2001
Koordinator
|