PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
29823767

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 4748 kali ]
Untitled Document

PRESS RELEASE

TENTANG

PEMATANGAN KEMBALI SUHU KONFLIK
OLEH MILITER DI KOTA AMBON

Mencermati situasi dan kondisi Ambon, tampaknya, konflik dikota Ambon masih akan terus bergulir. Indikasi ini terlihat dari masih terus berlangsungnya bentuk-bentuk tindak kekerasan dan adanya upaya untuk terus menubuhkan sentimen dan memelihara situasi konflik akhir-akhir ini, terutama yang dilakukan oleh satuan-satuan militer yang bertugas disana. Aparat militer kembali melakukan manuver-manuver operasi yang berimplikasi pada adanya korban dari kalangan sipil dikota Ambon. Peristiwa kamis berdarah, 14 Juni 2001, dimana aparat batalyon gabungan (yongab) terdiri dari kopassus, marinir, dan paskhas AU dengan berseragam tentara lengkap dan mengendarai 3 truk telah melakukan tindakan perusakan terhadap pasilitas kesehatan di daerah kebun cengkeh dan tindak kekerasan berupa penganiayaan. Penahanan semena-mena dan pembunuhan diluar prosedur hukum terhadap masyarakat sipil disekitar lokasi kejadian, sungguh kembali menunjukkan bahwa militer kembali menjadi faktor dari keberlangsungan konflik dikota Ambon.

Sebelumnya pada tanggal 24 Januari 2001, 4 warga sipil juga telah menjadi korban penembakan oleh aparat militer yang tergabung dalam batalyon gabungan didaerah perbatasan batu merah, mandika, tanpa alasan yang jelas, dua dari empat mayat korban penembakan tersebut turut diseret dengan panser dan hilang tidak tentu rimbanya.

Tindak kekerasan yang dilakukan aparat militer pada tanggal 14 Juni 2001 menurut kontras telah menunjukkan bahwa

Pertama, aparat militer telah memancing kembali kerusuhan dan keresahan dikalangan masyarakat Ambon, dengan mencoba melakukan teror dan intimindasi terhadap masyarakat dengan bentuk tindakan-tindakan refresif. Dengan munculnya keresahan, maka suhu konflik akan meninggi dan matang, sehingga siap untuk diledakkan sesuai dengan momentum politik yang termakan elemen masyarakat sebagai aminisi konflik.

Kedua, tindak kekerasan terhadap masyarakat sipil yang dilakukan aparat militer semakin bahkan dugaan bahwa militer sesungguhnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Penciptaan skanario konflik maluku. Panjangnya masa konflik jika dihubungkan denganpesanan ribuan militer tanpa gugus tugas dan agenda penyelesaian semakin kuat sinyalemen keterlibatan militer dalam proses pemeliharaan konflik. Militer tidak membiarkan atau memberi peluang terhadap terjadinya konflik pisik, tetapi justru menjadi aktor-aktor konflik dan konfrontasi bersenjata. Tidak habis tertulis karena tidak dapat dibaca....buku salin ulang...

Badan pekerja

Munarman

21 Juni 2001

Koordinator


 
  Bookmark and Share  
 
Komentar:
Nama :Metal_Raiderz Tanggal: 13 Agt 2009
Berita taek... Gk mutu... Pemicu disintegrasi bangsa...!!! Kontras tak lbih dr antek kacung agen asing yg brtjuan memecah belah Indonesia...!!! Hidup TNI maju terus jayalah INDONESIA ku...!!! Kontras Asu...!!!

 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.211.113.223
Komentar
email
 
 
   
DATA MONITORING
BUKU

BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES

[download]
Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin

PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM