Munir

Munir|KontraS

. Putusan Majelis Eksaminasi Perkara Muchdi PR (17-04-2009)
. Kronik Munir Juli 2008
. Putusan PN Muchdi PR (31-12-2008)
. Putusan Peninjauan Kembali (PK) Pollycarpus Budihari Priyanto (25 Januari 2008)
. Rekaman pembicaraan telpon Pollycarpus dan Indra Setiwan
. Position Paper Tiga Tahun Munir (6 September 2007)
. Peninjauan Kembali putusan MA utk Pollycarpus
. Perkembangan Kasus Munir 2006:
"KEADILAN VERSUS KEPASTIAN HUKUM" [ Ind | Eng ]
. Perkembangan Kasus Munir 2005:
"MEMBONGKAR KONSPIRASI KASUS MUNIR" [ Ind | Eng ]
. Eksaminasi Publik Atas Proses Hukum Kasus Pembunuhan Munir [ IND | ENG ]
. Surat Hina Jilani dan Leoandro Depuoy (November 2005)
. Surat Kongres AS kepada SBY (November 2006)
. Surat Kongres AS kepada SBY (Oktober 2005)
. Kronik Kasus Munir : Indonesia | Inggris (7 Septermber 2004 - 29 Agustusi 2007)
. KEPPRES No.111 Thn 2004 TENTANG PEMBENTUKAN TIM PENCARI FAKTA KASUS MENINGGALNYA MUNIR
. KEPPRES No.6 Thn 2005 TENTANG PERPANJANGAN MASA TUGAS TIM PENCARI FAKTA KASUS MENINGGALNYA MUNIR


Cak Munir, Engkau Tak Pernah Pergi

Buku berjudul Cak Munir, Engkau Tak Pernah Pergi merupakan buku yang dibuat / diinisiatifkan oleh sejumlah Organisasi; KontraS, VHR, Imparsial, IKOHI, Gagas Media. Buku ini diterbitkan oleh Gagas Media, Jakarta. Buku ini dibuat pada bulan Oktober 2004, beberapa puluh hari setelah kematian sang cahaya; Munir, 6 September 2004. Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari sejumlah orang yang lebih pas dikatakan sebagai sahabat, teman, murid, kolega ataupun mitra Munir selama ini, baik di LSM, Media ataupun lembaga-lembaga lainnya, seperti; KontraS, YLBHI, Al-Irsyad, Imparsial, VHR, LIPI Dan dengan sejumlah Individu lainnya. Buku ini diedit oleh Willy Pramudya, seseorang yang mempunyai pengalaman bertukar pikiran dengan almarhum Munir, semasa hidupnya. Buku ini terdiri dari 3 bagian: Pertama, kenangan tentang Munir. Pada bagian ini terdapat sejumlah penulis seperti Usman Hamid, Oki Kompas, Jhonson Panjaitan, Robertus Robert, Bambang Widjajanto, Sidney Jones, Budiman Tanuredjo, Geys Mahfoedz Amar dan Jhon Muhammad. Kedua, Munir dimata Koleganya. Dibagian ini terdapat penulis-penulis seperti Rahland Narsidik, Budiman Sudjatmiko, Jaleswari Pramodhawardani, Goenawan Muhammad, FX Rudy Gunawan, Denny Indrayana. Serta sebuah Puisi dari Dorothea Rosa Herliany dengan Judul DITEMPAT TANAH TINGGALMU—untuk Munir. Ketiga, Warisan Pemikiran Munir, bagian merupakan kumpulan beberapa tulisan Munir yang dibuatnya saat Munir masih aktif di LBH Surabaya, YLBHI dan KontraS. Anda bisa mendapatkan buku ini di toko buku – toko buku ditempat anda. Atau bisa juga dengan menghubungi GAGAS MEDIA di Jaan Tanjung 34 Menteng, Jakarta Pusat. Telp. (021) 770 5606, (021) 310 3278, Faxs (021) 770 5606. email: gagasmedia@yahoo.com

Atau ke distributor tunggal :
AgroMedia Pustaka
Bintara Jaya Sektor IX
Jalan Rajawali IV Blok HDX No. 3, Tangerang 15226
Telp. (021) 7451644, (021) 74863334
Fax (021) 7486 3332


MEMBANGUN BANGSA TOLAK MILITERISME

MEMBANGUN BANGSA MENOLAK MILITERISME

Membangun Bangsa (Nation) adalah kata kunci dari semangat awal bagian-bagian masyarakat kita menyatukan diri serta memberikan identitas atas dirinya sebagai Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, identitas itu tidaklah dinaungi oleh nilai-nilai yang sama. Akan tetapi dari waktu ke waktu, saling pengaruh antar bagian dalam bangsa ini ataupun kehidupan global, talah turut menentukan dan membangun watak, nilai serta interprestasi baru atas kebutuhan bangsa.

Kalaupun hari ini kita masih banyak melihat belum secara jelas dirumuskan nilai-nilai pengikat dan menemukan karakter sebagai sebuah Nation, ini tidak terhindar bahwa rumusan itu sendiri masih akan ditentukan oleh perjalanan sejarah yang sedang kita buat hari ini, serta berbagai nilai yang berkembang adalah jalan panjang masa lalu yang diterima secara dipaksakan oleh sebuah kekuatan rezim kekuasaan.

Maka nilai-nilai kebangsaan awal, sebagai semangat dasar merumuskan diri menjadi sebuah bangsa, telah mengalami pendangkalan akibat prilaku dan nilai-nilai kekuasaan itu. Tentu kita kemudian akan berbisaca bagaimana perilaku itu dicerminkan oleh sebuah rezim kekuasaan Orde Baru yang telah memaksakan secara sistematis apa yang kemudian disebut militerisme.

KASUM
Komite Aksi Solidaritas untuk Munir
Committee of Action in Solidarity for Munir

siralah kasus munir RISALAH KASUS MUNIR
Kumpulan Catatan dan Dokumen Hukum
2007

Buku ini diterbitkan bukan sebagai buku bacaan populer, terutama mengingat cakupan materi yang ada. Tapi buku ini diharapkan menjadi bahan referensi bagi kalangan pemerhati dan penegak hukum, termasuk para sarjana dan kaum cendikiawan hukum. Ini adalah tantangan bagi dunia hukum, selain menjadi pengalaman pertama bagi dunia hukum.

Menjadi tugas kita semua untuk terus menerus mengingatkan seluruh komponen bangsa dan negara agar serius mengungkap kasus pembunuhan Munir. Agar sejarah kita berubah. Orang tidak lagi boleh dihilangkan nyawanya atas alasan apapun, apalagi hanya karena pikiran dan sikapnya. Kita juga tidak boleh membiarkan ada orang yang merampas hak hidup orang lain tanpa merasa bersalah dan menyangkalnya sambil berlindung di balik pengaruh politik dan materi. Kita tidak mungkin terus mengulangi sejarah kelam bila kita memang ingin betul-betul berhasil membangun negara dan bangsa Indonesia pada masa depan.

KASUM
Komite Aksi Solidaritas untuk Munir
Committee of Action in Solidarity for Munir



CD AUDIO
Nyanyian Merah
Mengenang Sobat Munir
Track 1 = Ada yang Hilang (Segorames)
Track 2 = Munir (Segorames)
Track 3 = Langkah Pejuang (Segorames)
Track 4 = Kabar Kematian (Al Habis)
Track 5 = Nyayian Merah (Al Habis)
Track 6 = Cak (Segorames)
Track 7 = Iblis Bersayap malaikat (Lontar Gemunung)
Track 8 = Emak / Kabar Dari Aceh (Segorames)
Track 9 = Tanda Zaman (Segorames)
Track 10 = Beritu Duka (Al Habis)
Track 11 = Beritu Duka (Al Habis)
Track 12 = Perjalanan (Segorames)
Track 13 = Rakyat Bersatu (Nggozhu)
Track 14 = Kita Pasti (Nggozhu)

Lagu ini dinyanyikan pertama kali oleh Iwan Fals pada 8 Desember 2004 dihalaman kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Lagu khusus dibuat oleh Iwan Fals untuk perjuangan dan jasa-jasa kemanusiaan Almarhum Munir. [Download]

Rumah Kaca - attribute to munir [Download]