korban penculikan
Profile Korban
Buku
Lain-lain

tombol.gif
penculikan
Untitled Document
BERITA      
 
EMPAT KORBAN PENCULIKAN DATANG KE MABES POLRI
Sumber: KOMPAS Tanggal:15 Sep 2000

Jakarta, Kompas
Empat aktivis Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), Kamis (14/9), mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan kesaksian atas peristiwa penculikan yang mereka alami. Usep Setiawan, Idham Kurniawan, Moh Hafiz Asdham dan Anton Sulton datang sekitar pukul 09.00 dengan didampingi tiga pengacara dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) dan seorang aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Kedatangan korban diterima Kepala Dinas Penerangan Polri Brigjen (Pol) Dadang Garnida, Senior Superintendent Saleh Saaf dan Wakil Reserse Umum Senior Superintendent Makbul Padmanegara. Makbul mengatakan, keempatnya diperiksa sebagai saksi korban. Ia juga berharap agar polisi dan korban punya tujuan yang sama yaitu mengungkap kasus ini.

Sebelumnya, Dadang juga mengatakan, pertemuan ini sebagai upaya untuk menghilangkan persepsi yang salah antara polisi dan KPA. "Jangan sampai kedua pihak saling mencurigai. Yang penting, kita harus bersatu untuk segera mengungkap kasus ini," kata Dadang.

Di depan Dadang, keempat aktivis mengaku mereka mengalami tekanan karena surat panggilan yang dikirim Polda Metro Jaya. Menurut Idham, dengan surat panggilan dia merasa diteror dan hal yang sama juga dikatakan Usep. "Saya terima surat panggilan sampai dua kali, bahkan istri saya juga ikut-ikutan dipanggil," kata Usep.

Keempat aktivis menyatakan kesediaannya untuk segera membuat kesaksian yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Namun, mereka minta agar pemeriksaan dilakukan di tempat yang aman. Keempat aktivis itu kemudian diperiksa penyidik.

Jhonson Panjaitan dari PBHI mengatakan, pemeriksaan masih membahas hal-hal yang umum. Belum ada pertanyaan spesifik dan detail yang diajukan. Kedatangan korban bukan untuk mencari popularitas, tetapi untuk memulai sebuah upaya hukum agar kasus itu selesai. Ia membantah berbagai tuduhan bahwa KPA "menculik" anggotanya sendiri untuk mencari popularitas.

Sementara Koordinator Kontras Munarman mengatakan, sketsa wajah pembeli tiket pesawat di Semarang yang disebarkan melalui media massa adalah satu upaya agar kasus ini bisa cepat dilacak. Sketsa wajah ini hasil temuan Kontras, sebaiknya polisi cepat mengusut siapa orang tersebut.

Mengenai protes Ketua KPA Dianto Bachriadi bahwa Kontras tidak punya wewenang untuk membuat sketsa dan menyebarkannya ke media massa, Munarwan mengatakan, "Kita hanya berusaha agar kasus ini cepat selesai dan segera diketahui kebenarannya." (Kompas,14/9)

Dari Semarang, Gianto dari Giantra Travel Semarang kepada Kompas menyebutkan, sketsa yang disebarluaskan Kontras sama sekali tidak mirip dengan pembeli tiket di Giantra Travel Semarang. Gianto yang dihubungi hari Kamis menyatakan, ia juga tidak pernah memberikan keterangan tentang ciri-ciri pembeli tiket tersebut. "Saya hanya ditanya dan dipandu untuk memberikan gambaran wajah pembeli tiket tersebut," katanya.

Gianto juga kecewa karena namanya disebut sebagai sumber yang memberikan keterangan tentang ciri-ciri pembeli tiket. (p06/rts/son/dth)

 
 

Copyright © 2007 | www.kontras.org
Jl. Borobudur No.14 Menteng | Jakarta Pusat 10320
Tlp: 021-3926983, 3928564 | Fax: 021-3926821 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org