korban penculikan
Profile Korban
Buku
Lain-lain

tombol.gif
penculikan
Untitled Document
SIARAN PERS    
   
 
  16 Nov 1998
Penerapan Pasal "Makar" adalah Teror terhadap Gerakan Prodemokrasi

Setelah sebelumnya berhasil menindas gelombang aksi mahasiswa melalui penggunaan senajata, pemerintah kembali melakukan represi melalui penggunaan hukum pidana. Sejak tanggal 14 November 1998, beberapa orang tokoh masyarakat seperti Hariadi Darmawan, Roch Basuki Mangunpoerojo, Sri Bintang Pamungkas, Ali Sadikin, Kemal Idris, Ratna Sarumpaet dan Usep Ranawijaya telah, sedang dan akan diperiksa oleh mabes Polri dnegan tuduhan telah melakukan tindakan Makar. Terhadap perkembangan ini, kami berpendapat :


30 Jun 1998
Tanggapan Terhadap Pernyataan MenHanKam/Panglima ABRI dalam Kasus Orang Hilang

Menhankam/Pangab Jendral TNI Wiranto dalam pernyataannya di depan wartawan kemarin mengakui bahwa ada   anggota ABRI yang terlibat dalam kasus penculikan para aktivis politik dam LSM. Dalam pernyataan tersebut, Jendral Wiranto juga menegaskan bahwa ABRI juga akan mengungkapkan kasus tersebut secara tuntas dan transparan. Adanya indikasi keterlibatan anggota ABRI dalam kasus ini diperoleh Tim Pencari Fakta (TPF) ABRI setelah mendengarkan kesaksian beberapa korban penculikan yang telah keluar serta mendatangi tempat – tempat yang diduga terkait dengan penculikan tersebut.


17 Jun 1998
Tindakan Fraksi ABRI DPRI RI Menolak Kehadiran Keluarga

Kontras bersama beberapa keluarga penculikan dan tindak kekerasan bermaksud melakukan dialog dengan Fraksi ABRI DPR RI pad tanggal 17 Juni 1998 pukul 9.30 Wib. Untuk itu Kontras telah mengajukan permohonan tetulis lewat surat tanggal 10 Juni 1998.Fraksi ABRI DPR RI menyatakan mengabulkan permohonan dan menyetujui waktu dan tempat dialog sesuai dengan pemohonan Kontras lewat telpon yang diterima langsung oleh Sdr. Munir.



  Baca siaran pers terbaru:
Menggugat Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia; KPU Sengaja Abai dan Tidak Cermat Terhadap Jejak Rekam Capres [Pelanggar HAM] >>
Menggugat Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia: Pelanggar HAM Lolos Sebagai Capres 2014, Tanda KPU Sewenang-Wenang dan Tak Cermat >>
Rentetan Pelanggaran HAM Berat 1997-1998: Fakta Makin Jelas, Proses Hukum Tetap Buram >>
Alm. HM. Soeharto Tidak Layak Menjadi Pahlawan Nasional: Para Kroni Harus Bertanggungjawab di Muka Hukum >>
 
 

Copyright © 2007 | www.kontras.org
Jl. Borobudur No.14 Menteng | Jakarta Pusat 10320
Tlp: 021-3926983, 3928564 | Fax: 021-3926821 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org