...

  tombol_talangsari.gif
   

  14 Apr 2012

Voice From The East melalui Kirab Budaya Kebhinekaan dan Konser Kemanusiaan

Jogjakarta – KontraS. Sabtu, 14 April 2012. Ribuan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya maupun wisatawan lokal dan mancanegara berkumpul menyaksikan Kirab Budaya Kebhinekaan Yogyakarta, VOTE Indonesia Timur dan dalam rangka memeriahkan peringatan 100 Tahun Sri Sultan Hamengku Buwono IX di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta. Kirab budaya ini melibatkan berbagai kelompok seni budaya dari berbagai wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Selain itu diikuti juga sejumlah organisasi dan elemen masyarakat serta mahasiswa luar daerah yang sedang belajar di Yogyakarta.

Kirab Budaya Kebhinekaan digelar sebagai kampanye Voice from The East (Vote) yang merupakan gerakan kepedulian untuk masyarakat Indonesia Timur. Bersama Organisasi masyarakat antara lain berasal dari Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika, Kontras, ICW, Jatam, Walhi, Migran Care, YLBHI, AMAN, Kiara, Demos, Foker LSM Papua, Imparsial, Elsam, yang turut memeriahkan diantaranya Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) Yogyakarta, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Yogyakarta serta mahasiswa dari Sumba dan Kalimantan yang mengenakan pakaian daerah masing-masing. Selain itu grup kesenian yang memeriahkan kirab tersebut diantaranya Kesenian Tari Topeng Ireng dari Kulonprogo, Jathilan dari Argomulyo, Sedayu Bantul, Paguyuban Masyarakat Budaya Bantul, Barongsai, reog Ponorogo dan berbagai kelompok kesenian lainnya.

Koordinator Kirab Budaya Agnes Hening Ratri seperti dikutip di jogjanews.com, mengatakan pawai budaya kebhinekaan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Menurut Agnes, Jogja dipilih sebagai pusat kampanye VOTE karena dinilai sebagai kota yang menjunjung tinggi multikulturalisme. “Selain itu pemuda dari Indonesia Timur juga menganggap Jogja sebagai rumah kedua karena dari tahun ke tahun menjadi tempat tujuan pendidikan,” ujar Agnes
Kirab budaya dibuka oleh Prabukusumo GBPH Prabukusumu dan berakhir di Kantor Koni Daerah Istimewa Yogyakarta, Gubernur DIY dan Sri Sultan Hamengku Buwono X serta GKR Hemas turut menyambut peserta pawai budaya.

Konser Kemanusiaan
Di hari yang sama, Alun-alun Selatan Yogyakarta dipenuhi oleh ribuan manusia untuk menyaksikan Konser Kemanusian yang diselenggarakan Voice From The East (VOTE).  Mereka datang dari berbagai daerah di pulau Jawa, Semarang, Demak, Kudus, Solo, Wonogiri dan daerah lainnya, bahkan ada yang rela datang dari Tangerang, Bogor dan Jakarta. Acara seharusnya dimulai pukul 14.00 WIB namun harus mundur 1 jam lebih di karenakan guyuran hujan deras. Namun, sejak siang mereka rela berkorban untuk menyaksikan konser yang sekaligus merayakan satu Abab Sri Sultan Hamengkubuwono ke-IX. Menurut Glenn Fredly, musisi yang sekaligus pencetus berdirinya VOTE mengatakan, “Kegiatan ini diharapkan mampu membangun solidaritas budaya dengan meneguhkan kebhinekaan dari Jogja serta membangun keadilan, kemanusiaan yang berkebudayaan dengan menjadikan Jogja sebagai rumah yang nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat dan sebagai awal untuk mengkampayekan Indonesia Timur.”

Konser ini menghadirkan Slank, NTT bermusik, Poju Monca, Djaduk dan Kuaetnika, Pandji Pragiwaksono, Jogja Hip-hop Foundation, Glenn Fredly, Tompi, Shaggydog, serta Superman Is Dead, Melani Subono, Ras Muhammad, Gugun Blues Shelter, Ivan Nestorman.

Selain penampilan dari para musisi, pemutaran video singkat berjudul Strange Birds In Paradise dan Mama Aleta Baun sejenak membuat penonton melihat persoalan yang terjadi di Indonesia timur melalui visualisasi film. Acara ini juga menampilkan puisi dari Butet Kertaradjasa, melalui puisi yang menyindir kinerja pemerintah pusat yang semakin tidak mendukung keistimewaan Yogyakarta dan melupakan saudara-saudara di Indonesia Timur. Acara sejenak hening dan khidmat disaat Gubernur sekaligus Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama ikut menggalang solidaritas bagi Indonesia Timur, dalam sambuatannya Sri Sultan mengatakan “Merusak peradaban itu memang mudah dan singkat. Tapi ketidakpedulian itu akan mengakibatkan berbagai efek mulai kekerasan massal dan akhirnya memecah kesatuan.”

Acara diakhiri dengan Sultan bersama Slank dan musisi berkumpul bersama di atas panggung untuk menyanyikan bersama lagu 'Jogja Istimewa' milik kelompok Jogja Hip-Hop Foundation.

VOTE (Voice from the East) meruapkan sebuah gerakan kampanye sosial yang digagas oleh seniman penggiat sosial untuk mengembalikan martabat kemanusiaan, perdamaian, kesejahteraan, pelestarian lingkungan, demokratisasi serta merawat keberagaman dan budaya di Indonesia Timur.

VOTE bertujuan membuka mata batin masyarakat Indonesia tentang kekerasan modal dan penguasa yang telah menghancurkan tatanan sosial dan hak masyarakat serta lingkungan untuk hidup dalam harmoni seperti sediakala ketika negeri ini diproklamasikan, yakni mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

VOTE (Voice From the East) merupakan sebuah gerakan kampanye sosial yang diprakarsai oleh Glenn Fredly, Marzuki Kill The DJ (Jogja Hip Hop Foundation) dan KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan), untuk mengembalikan martabat kemanusiaan, perdamaian, kesejahteraan, pelestarian lingkungan, demokratisasi serta merawat keberagaman dan budaya di Indonesia Timur. Vote bermaksud membangun kesadaran masyarakat untuk mengetahui kondisi-kondisi nyata Indonesia Timur; dan meningkatkan solidaritas social untuk membantu Indonesia Timur dari keterpurukan serta eksploitasi alam yang berlebihan.

Kampanye ini didukung oleh kelompok seni seperti Slank, God Bless, Indra Lesmana, Seringai, Panji Pragiwaksono, Tompi, Sandy Sondoro, Jflow, EndahNRheza, The Extralarge, IYR, Matthew Sayersz, Ivan Nestorman, Edo Kondologit, Ras Muhammad, Bobby ʻone wayʼ, Franky sihombing, GMBc, The Paint Killers, Wizzow, Aldisyah, Aiko, Zee, Pallo, RockerKasarunk, Maliq n dʼessenial, Boy Clemens, Radhini, Barry Likumahuwa, Efek Rumah Kaca, Nicky Manuputy, Imel, Melanie Subono, Inspiring Signals, Alifa Feat. Raffi Feat Dima, 21ʼNight, Ron Kingston dan dan lain-lain yang berkolaborasi dengan penggiat kemanusiaan dan lingkungan seperti ICW, Walhi, Kiara, Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika, Jatam, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, YLBHI, Imparsial, Elsam, Demos dan Foker LSM Papua. Bahkan organisasi Internasional pun turut mendukung kampanye ini, seperti Amnesty International dan International Centre for Transitional Justice.

Catatan lengkap tentang kegiatan Voice From The East (VOTE) [unduh]


 
   
 

Copyright © 2006 | www.kontras.org
Jl. Borobudur No.14 Menteng | Jakarta Pusat 10320
Tlp: 021-3926983, 3928564|Fax: 021-3926821|Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: Pemelihara@kontras.org

...