Gus Dur: Di Antara Para Pejuang HAM, Munir Paling Sederhana

Reporter: Fedhly Averouss Bey

detikcom – Jakarta, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ikut berduka cita atas meninggalnya tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) Munir. Gus Dur menilai, almarhum Munir adalah orang yang paling sederhana dan tidak tergoda kemewahan.

�Saya ikut bela sungkawa. Terus terang, di antara para pejuang HAM, dia yag paling terkemuka. Dia tidak tergoda kemewahan hidup dan sebagainya. Teman-temannya yang lain sudah pada mewah, dia tidak. Yang dia lakukan hanya menolong orang.�

Demikian dikatakan Gus Dur kepada wartawan usai meresmikan The Wahid Institue, di Ballroom Hotel Regent, Jl. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (7/9/2004) malam.

Gus Dur yang menganggap Munir sebagai teman baiknya itu, mengharapkan agar perjuangan Munir terus dilakukan oleh para generasi muda penerusnya.

�Banyak orang-orang muda yang sudah di didik oleh Munir. Saya harap kegigihan dan perjuangan Munir diteruskan,� kata Gus Dur.

Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Direktur Imparsial Munir SH meninggal di dalam pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 974 saat dalam perjalanan dari Jakarta menuju Belanda untuk meneruskan sekolah. Jenazah aktivis HAM itu masih tertahan di Bandara Internasional Schiphol, Amsterdam, Belanda.

Sementara itu, Wiranto yang ditemui dalam acara yang sama mengatakan, sampai kapan pun perjuangan Munir dalam menegakkan HAM tidak akan pernah hilang.

�Saya mendoakan yang bersangkutan cepat diterima Tuhan. Saya yakin perjuangannya akan terus berlanjut dan tidak akan pernah hilang,� demikian Wiranto.(fab)