Muncul Sesaat, Kapolri Kembali “Menghilang”

JAKARTA — Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri lagi-lagi tidak menghadiri acara bersama Presiden SBY. Meski tampil sehat pada pagi hari kemarin, siangnya dia kembali tak muncul saat SBY memberikan pidato kenegaraan di gedung DPR.

Sejak Jumat lalu, memang beredar kabar bahwa ada kerenggangan hubungan antara Istana dengan Kapolri terkait mutasi sejumlah perwira tinggi dan beberapa masalah lain di kepolisian. Namun, Istana sudah membantah kabar itu dan menyatakan menerima informasi bahwa Kapolri sakit.

Pagi kemarin, Kapolri tampil segar saat melantik tujuh pejabat utama (lihat grafis) di lingkungan Mabes Polri. Raut mukanya cerah dan mengumbar senyum kepada belasan perwira tinggi Polri yang diundang adalam acara.

Saat menyampaikan amanat, suara Kapolri juga jernih dan tidak kelihatan seperti orang yang sedang sakit. Kala itu dia meminta agar semua pihak tidak terpengaruh kabar-kabar yang beredar. "Apa pun yang disampaikan (media) memang sempat membuat keluarga bingung," ujarnya.

Secara pribadi, Kapolri mengaku tidak mempermasalahkan pemberitaan itu. "Ada yang bilang saya menghilang misterius, saya bunuh diri, silakan. Kita kembalikan kepada Yang Maha Kuasa. Apa pun bisa terjadi pada siapa pun. Tapi alhamdullilah saya sudah bisa hadir," katanya.

Kapolri juga membela pernyataan mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Edward Aritonang bahwa dia mengikuti kegiatan internal kepolisian. "Kadiv Humas katakan ada kegiatan, memang itu etika yang berlaku di kepolisian," ujarnya.

Namun, Kapolri tetap tidak menyebut secara pasti apa penyebab ketidakhadiran dirinya. Dia hanya mengatakan bahwa tidak ada hal-hal istimewa dengan peristiwa itu.

"Ini suatu yang memang di luar kemampuan manusia. Kita semua bisa berencana. Protokol sudah menyiapkan semuanya. Tapi kembali semua rencana itu tidak bisa dilaksanakan karena ada kekuasaan Yang Di Atas," kata alumnus Akpol 1974 itu.

Sementara itu, usai sertijab pukul 08.45 WIB, Kapolri langsung meninggalkan ruangan. Dia sama sekali tidak menggubris panggilan puluhan wartawan.
Saat ditunggu di DPR pada penyampaian pidato kenegaraan SBY, Kapolri ternyata tidak datang. Dia hanya diwakili Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi.

Kepada wartawan, Ito mengatakan bahwa Kapolri masih dalam proses pemulihan. Menurut Ito, dokter hanya mengizinkan Bambang Hendarso mengikuti acara pelantikan di pagi hari.

"Beliau kan sekarang masih dalam masa pemulihan. Hanya karena serah terima harus dilakukan tadi pagi, beliau dengan seizin dokter itu melaksanakannya. Kemudian setelah itu kembali lagi, saran dari dokter harus meneruskan istirahat," kilah Ito.

Simpang siur "hilangnya" Kapolri selama beberapa hari sempat dilaporkan oleh sejumlah aktivis LSM kepada Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras). Mereka yang melapor itu antara lain Romo Benny Susetyo, Adhi Masardi, Ray Rangkuti, dan Chalid Muhammad.

Lapaoran Masardi dkk diterima aktivis Kontras, Usman Hamid. Para aktivis menduga ada sebab lain terkait hilangnya Kapolris elama beberapa hari. (jpnn)