2 Warga Aceh Akan Digantung di Malaysia

BANDA ACEH – Dua warga asal Aceh di Malaysia, Bustamam Bukhari dan Tarmizi Yakob divonis gantung oleh Mahkamah Agung (MA) setempat, karena terlibat kasus ganja.
 
Informasi itu disampaikan Wakil Kordinator Kontras Aceh, Asia Uzia, menyusul adanya surat dikirim seorang terpidana Bustamam kepada pihaknya, kemarin, dengan berstempel jabatan penjara Malaysia, Pokok Sena, Kedah.
 
“Dalam hal ini Bustamam berharap agar Gubernur Aceh dapat mengunjungi keduanya di penjara Pokok Sena sekaligus mengajukan permohonan ampun kepada Kerajaan Malaysia agar hukuman keduanya dapat diringankan menjadi hukuman penjara,” kata Asiah kepada okezone di Banda Aceh, Kamis (19/8/2010). Tak disebutkan kapan vonis MA negeri jiran itu diputuskan.
 
Menurutnya, kedua warga Aceh yang tidak menyebut jelas asal kampungnya itu ditangkap pada 1995 karena kasus dadah (Narkoba). Keduanya telah menempuh tiga pengadilan di sana, terakhir adalah MA yang juga memutuskan hukuman gantung.
Di Malaysia, MA adalah pengadilan terakhir sehingga putusan yang dikeluarkan oleh lembaga itu sudah memiliki kekuatan hukum tetap.
 
“Jalan satu-satunya agar hukuman gantung sampai mati dapat dikurangi adalah dengan cara adanya permohonan ampun (maaf) dari pemerintah Indonesia kepada Kerajaan Malaysia baik secara lisan atau tulisan,” tukas Asiah.
 
Dalam suratnya, Bustamam dan Tarmizi memberitahukan bahwa, keduanya kini ditahan di penjara Pokok Sena, Kedah, setelah dipindah dari penjara Kajang, Malaysia.
“Tidak disebutkan apakah pemindahan penjara tersebut berkaitan dengan vonis yang diterimanya,” ujar Asiah.
 
Menanggapi surat itu, kata dia, Kontras Aceh akan berkoordinasi dengan Tim yang sebelumnya dibentuk Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk mengawal kasus ini, sekaligus memastikan adanya upaya konkrit yang dilakukan Pemerintah Aceh kepada Kerajaan Malaysia termasuk pengajuan permohonan ampun.
(teb)