Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
SIARAN PERS
Gerakan Korban Pelanggaran HAM di Indonesia Tidak Pernah Sendirian: Solidaritas The Mothers of The Plaza the Mayo untuk Komunitas Korban di Indonesia



Tgl terbit: Kamis, 16 April 2009

Gerakan Korban Pelanggaran HAM Indonesia Tidak Pernah Sendirian;
Solidaritas the Mothers of the Plaza the Mayo untuk Komunitas Korban di Indonesia

Kami yang tergabung dari berbagai organisasi dan komunitas korban, seperti KontraS, IKOHI dan JSKK merasa sangat terhormat atas kunjungan dan dukungan solidaritas dari the Mothers of the Plaza the Mayo/Madres de Plaza de Mayo (Ibu-Ibu dari Alun-Alun de Mayo) Argentina. Mereka ini dianggap sebagai salah satu ‘ikon’ pejuang HAM di dunia internasional yang banyak menginspirasikan gerakan HAM di dunia. Ini menunjukan bahwa perjuangan menuntut kebenaran dan keadilan merupakan bahasa yang universal. Pelanggaran berat HAM –yang banyak terjadi di Indonesia di masa lalu- tidak hanya merusak daya hidup para korban yang kena dampak, tetapi juga mengusik rasa nurani dan kepekaaan kemanusiaan. Sehingga pelanggaran berat HAM merupakan musuh terhadap kemanusiaan; hostis humani generis.

Perjuangan para Madres ini juga menjadi salah satu inspirasi bagi perjuangan komunitas korban pelanggaran HAM di Indonesia, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam JSKK yang melakukan aksi damai setiap Kamis sore di depan Istana Negara. Aksi Kamisan ini mengikuti metode serupa yang dilakukan oleh para Madres di Alun-alun de Mayo di depan istana presiden, Casa Rosada di pusat kota Buenos Aires. Aksi Kamisan para Madres ini dianggap legendaris karena dilakukan selama hampir 30 tahun sejak tahun 1977, tanpa absen satu Kamis pun. Menurut mereka hanya ada dua hal yang bisa menghentikan aksi Kamisan tersebut; entah mereka dibunuh semua atau pemerintah mengungkapkan keberadaan anak-anak mereka, mengadili dan menghukum pelakunya. Mereka bertransformasi dari para ’ibu rumah tangga biasa’ menjadi pejuang HAM yang menjadi ancaman serius junta militer yang sangat berkuasa di Argentina saat itu. Perjuangan mereka juga bukan tanpa biaya; ada pendiri organsasi mereka yang ’dihilangkan’, tidak jarang berhadapan dengan represi aparat keamanan, dan melawan sistem sosial di sana yang patriarkal.

Adanya solidaritas dari para Madres terhadap gerakan korban di Indonesia ini menunjukan bahwa tujuan  perjuangan para korban pelanggaran HAM di Indonesia, lewat aksi Kamisan yang hingga saat ini telah berlangsung selama 106 kali, tidak hanya untuk kepentingan hak-hak mereka sendiri, tetapi juga untuk memperjuangan cita-cita kemanusiaan yang universal, yaitu kebenaran dan keadilan. Sungguh ironis ketika banyak negara-negara di dunia semakin berani mengambil langkah radikal terhadap kejahatan terhadap kemanusiaan, para pemimpin negara di Indonesia masih juga amnesia terhadap masa lalu dan gagal menegakan keadilan. Kamboja saat ini sedang menggelar pengadilan untuk mereka anggota rezim Khmer Merah yang bertanggung jawab atas ladang pembantaian (killing field) atas sekitar 1 juta orang di sana pada tahun 1970-an. Baru-baru ini mantan presiden Peru, Alberto Fujimori, divonis 25 tahun penjara atas keterlibatannya dalam pelanggaran berat HAM di negeri itu. Tragisnya para penjahat kemanusiaan di Indonesia masih menikmati previlese khusus. Tanpa malu saat ini mereka maju dalam Pemilu, berkompetisi untuk memimpin negeri ini.

Namun sekali lagi, perjuangan para korban di Indonesia –dengan contoh teladan para Madres tersebut- tidak akan surut sampai kebenaran dan keadilan tegak di bumi Indonesia. Kami para korban dan kelompok yang berjuang bersama korban percaya bahwa sekokoh apa pun tembok impunitas yang dibangun para pelaku dan pelindung mereka, suatu saat bisa roboh oleh dari benih-benih inisiatif sederhana korban.

Jakarta, 16 April 2009

KontraS, IKOHI, JSKK, AFAD, ICTJ, Amnesty Internasional

 

Rangkaian Kegiatan Kunjungan Las Madres of the Plaza de Mayo
Jakarta, 16-22 April 2009

Kamis, 16 April 2009

  1. Siaran Pers kedatangan Madres de Plaza de Mayo selama sepekan dengan aktivitasnya di Jakarta (13.00 WIB)
  2. Aksi Kamisan bersama di depan Istana Negara (15.00 – 17.00 WIB)

Jumat, 17 April 2009

  1. Pertemuan khusus dengan Komnas HAM untuk Ratifikasi Konvensi Orang Hilang (10.00 – 16.00 WIB)

Senin, 20 April 2009

  1. Diskusi Publik : Mengentalkan Solidaritas Gerakan HAM : Korban Pelanggran HAM untuk Terus Menuntut Pertanggungjawaban Negara
  2. Ibu-ibu Plaza de Mayo, ibu-ibu korban pelanggaran HAM dari Timor Leste, Bangkok, Aceh, Papua, Poso, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta
  3. Tempat : Kantor KontraS, 10.00 – 15.00 WIB

Selasa, 21 April 2009

  1. Sarasehan Perjuangan Ibu-ibu Korban Pelanggaran HAM sebagai refleksi Kartini Masa Kini.
  2. Tempat: Komnas Perempuan (Jl. Latuharhari 4B, 10310 Menteng, Jakarta Pusat), 10.00 – 18.00 WIB

Rabu, 22 April 2009

  1. Public Lecture: Major Women, Politics and Latin America.
  2. Tempat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 12.00-selesai
Lampiran 1 Aksi Kamisan
Lampiran 2 Madres de Plaza de Mayo

 

Lydia Tati Almeida bersama orang tua korban penculikan
Aurora Morea memceritakan pengalaman berjuang di Argentina
Madres de Plaza de Mayo sharing pengalaman dengan ibu-ibu korban pelanggaran HAM di Indonesia
Ibu Sumarsih (ibu korban tragedi Semanggi I) memberikan bunga mawar merah tanda cinta dan kasih sayang kepada ibu Aurora Morea
Ibu Tuty Koto memberikan bunga mawar putih kepada Lydia Tati Almeida sebagai tanda kasih dan sayang
Ibu Tuti Koto (ibu korban penculikan) berpelukan dengan Lydia Tati Almeida

 



Kasus terkait Semanggi I 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 6,170 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
MENGENANG TRAGEDI WAMENA BERDARAH, 4 APRIL 2003
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org