Pendokumentasian Pelanggaran HAM oleh Warga merupakan kanal pelaporan tindakan pelanggaran HAM yang terjadi di seluruh wilayah di Indonesia dengan melibatkan partisipasi warga secara aktif dan bermakna

Secara rutin KontraS melakukan pendokumentasian pelanggaran HAM untuk menjadi data penunjang dalam kerja-kerja advokasi dan riset berbasis HAM. Dengan melibatkan warga untuk dapat berpartisipasi dalam mendokumentadikan berbagai bentuk tindak pelanggaran HAM yang terjadi di wilayah masing-masing, diharapkan dapst meningkatkan kerja-kerja kemanusiaan secara signifikan dengan dokumentasi warga

Kami ingin mengajak warga untuk berpartisipasi secara bermakna dalam kerja-kerja kemanusiaan, sehingga segala produk yang dikeluarkan oleh KontraS juga merupakan produk kolaborasi bersama warga yang telah melaporkan berbagai bentuk pelanggaran HAM yang terjadi di berbagai daerah

Dokumentasi pelanggaran HAM oleh warga akan digunakan sebagai salah satu data acuan dalam membuat riset HAM. Hasil riset ini akan disirkulasikan tidak hanya kepada masyarakat umum, namun juga lembaga negara terkait. Sehingga menjadi salah satu rekomendasi untuk pengambilan kebijakan tertentu berbasis pelaporan yang warga himpun dalam riset ini

1. Warga dapat melaporkan tindak pelanggaran HAM dalam bentuk foto maupun video

2. Warga yang melapor merupakan korban, rekan korban, keluarga korban, maupun saksi yang ada di lokasi peristiwa pelanggaran HAM

3. Warga dapat melaporkan jika foto/video tersebut mengandung unsur penganiayaan, penembakan senjata api, penyiksaan, pengerusakan, penangkapan sewenang-wenang, pembubaran paksa, intimidasi, penembakan gas air mata, dan lain-lain yang terkait dengan kekerasan

4. Pelaku dalam tindak pelanggaran HAM tersebut merupakan aktor negara seperti aparat kepolisian, aparat militer, pemerintah daerah, maupun aktor non-negara seperti pihak swasta, organisasi masyarakat, dan sejenisnya

Silahkan laporkan tindak pelanggaran HAM yang terjadi di lingkungan kalian!

https://bit.ly/DokumentasiPelanggaranHAM