Kelapa Muda
Kelas Pelatihan HAM untuk Anak Muda
3 – 31 Agustus 2020

Gambaran Umum

 

I. Latar Belakang

Kelas Pembelajaran Mendasar tentang Hak Asasi Manusia (Kelapa Muda) merupakan suatu pendidikan HAM yang dirancang oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bagi publik dari seluruh Indonesia. Agenda pendidikan ini merupakan bagian dari pengembangan wacana hak asasi manusia sebagai bentuk dari kepedulian dan tanggung jawab KontraS untuk memajukan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghargaan terhadap nilai-nilai hak asasi manusia. Anak muda adalah subyek dari pelatihan ini. Peran anak muda di tengah lingkungan sosialnya, menempatkan anak muda tidak sekadar sebagai agen perubahan sosial namun juga dengan daya intelektualitasnya mampu memajukan peradaban bangsa yang berprinsip pada nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.

Anak muda juga memiliki peranan kontrol sosial terhadap realitas sosial yang tidak mengedepankan nilai-nilai keadilan akibat dari masih banyaknya ketidakadilan struktural yang terjadi di negara ini. Dalam konteks ini adalah praktik-praktik penyalahgunaan wewenang bercorak pelanggaran HAM. Dewasa ini pengembangan wacana HAM telah menjadi bahasa sehari-hari dan telah digunakan baik di kalangan birokrasi, militer, maupun di kalangan masyarakat umum. HAM bukan lagi menjadi kosakata eksklusif yang hanya dimiliki oleh para pegiat atau aktivis HAM bahkan pengacara saja. HAM juga bukan lagi menjadi kosakata ‘kotor’ dalam leksikon politik di Indonesia. Namun pada kenyataannya, masih banyak dari anak muda Indonesia mengalami kontradiksi eksistensi dalam menghubungkan peran dan status sosial yang mereka miliki dengan dinamika HAM yang berkembang begitu dinamis akhir-akhir ini. Dengan demikian, pelatihan ini memiliki semangat untuk mengkristalkan pembentukan keadaban HAM di tengah masyarakat dengan luas, melibatkan elemen anak muda sebagai motor gerakannya.

Populisme, penyusutan ruang sipil, sampai budaya kekerasan hanyalah sejumput dari menumpuknya berbagai permasalahan serta hambatan terhadap upaya penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM), tidak hanya di Indonesia, namun di banyak belahan dunia lainnya. Kami yakin bahwa permasalahan yang menumpuk ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui proses demokrasi yang formil yang terjadi selama beberapa menit di balik bilik suara saat Pemilu, namun membutuhkan masyarakat yang secara kolektif memiliki kesadaran tinggi untuk berpartisipasi secara lebih substansial dalam proses politik seperti melakukan pengawasan, menyampaikan kritik, sampai melakukan protes secara langsung untuk menentang kebijakan dan/atau perlakuan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan yang berlaku secara universal.

Pengembangan wacana hak asasi manusia yang sehat akan sangat mendukung bagi terwujudnya harapan yang disebut di atas. Penyelenggaraan Kelapa Muda ini adalah media pendalaman kemampuan hukum dan HAM serta teknik-teknik advokasinya bagi anak muda dari berbagai disiplin ilmu.  Pendidikan ini diadakan dengan maksud agar para anak muda sebagai entitas yang penting dalam perjuangan HAM bisa mengembangkan diri sekaligus terlibat aktif memperjuangkan hak asasi manusia. Dalam pelatihan ini, akan dibahas soal seputar konsep dasar HAM, serta anak muda akan diajak untuk mengetahui kondisi bagaimana penegakan hak asasi manusia di lapangan dengan pembuatan tugas yang berkaitan dengan isu hak asasi manusia serta berinteraksi langsung dengan para penyintas.

II. Tujuan

  • Peserta memiliki pengetahuan soal HAM dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya;
  • Peserta memiliki pemahaman dasar mengenai nilai-nilai dan prinsip-prinsip pokok HAM, serta ruang lingkup permasalahan HAM baik tingkat nasional maupun internasional;
  • Peserta mampu menginternalisasikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip HAM agar bisa secara konkret diterapkan dalam keseharian;
  • Peserta mampu mengembangkan motivasi dan komitmen untuk melibatkan diri secara aktif  untuk memperjuangkan hak asasi manusia.

III. Materi

Kelapa Muda memiliki paket materi khusus yang selalu disampaikan kepada seluruh peserta. Materi-materi tersebut adalah:

(i) Teori dan konsepsi tentang HAM,
(ii) HAM sebagai instrumen dan mekanisme hukum, nasional, regional dan internasional,
(iii) Mengenal konsep civil liberties
(iv) Mengenal konsep dasar hak-hak ekonomi, sosial dan budaya

(v) Mengenal keterampilan advokasi dan kampanye berbasis HAM,
(vi) Membangun rasa dan perspektif HAM yang berorientasi pada korban,
(vii) Mengenal mekanisme keadilan transisi,
(viii) Mengenal Reformasi Sektor Keamanan,
(ix) Mengenal konsep dasar kebebasan beragama dan berkeyakinan.
(x) Kapita Selekta

IV. Metode Pelatihan

Metode ini menggunakan metode partisipatif. Para peserta dapat berpartisipasi secara aktif dalam belajar selama pelatihan. Kegiatan-kegiatan dalam pelatihan ini akan dipimpin  fasilitator meliputi: ulasan singkat, diskusi kelompok, pemutaran film dan latihan (studi kasus). Peserta juga akan dipertemukan dengan para ahli (baik akademisi, praktisi, aparatus negara) dan bisa berjumpa langsung dengan korban untuk memperluas pemahaman tentang isu HAM yang aktual, kontemporer dan menjunjung tinggi semangat universalisme.

V. Peserta

Total 100 peserta. Kami berharap peserta berasal dari tiap provinsi yang ada di Indonesia. hal ini kami tujukan untuk mendorong keterwakilan dari tiap provinsi agar dapat berbicara mengenai permasalahan yang ada di daerahnya masing-masing. Kendati demikian, kami tetap akan melakukan seleksi dalam penentuan peserta


VI. Waktu Pelaksanaan

Tanggal pelaksanaan Kelas HAM Dasar diadakan sejak tanggal 3 – 31 Agustus 2020. Kelas ini akan dilakukan dua kali dalam seminggu. Adapun rincian jadwal serta silabus akan diberitahukan lebih lanjut. Pelaksanaan kelas HAM ini akan menggunakan medium Zoom (online meeting).

peserta terpilih akan dibekali dukungan pulsa internet untuk menunjang kegiatan.

VII. Kepesertaan

  • Berusia 18 – 25 tahun
  • Mengisi formulir pendaftaran di tautan https://bit.ly/KELAPAMUDA
  • Bersedia mengikuti seluruh proses kegiatan
  • Memiliki perangkat komunikasi yang mendukung untuk proses kegiatan
  • Memiliki aplikasi Zoom (sebagai ruang kelas daring)