korban penculikan
Profile Korban
Buku
Lain-lain

tombol.gif
penculikan
Untitled Document
SIARAN PERS    
   
 
  01 Sep 2000
Teror Terhadap KPA Sulawesi Selatan

Setelah kejadian penculikan terhadap 4 orang aktivis Pembaruan Agraria di Jakarta dan teror kepada keluarganya, kini giliran aktivis Agraria Sulawesi Selatan menjadi sasaran teror. Saat ini Konsorsium Pembaruan Agraria Sualwesi Selatan telah mengangkat beberapa kasus agraria yang sangat merugikan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan mengadakan dua kali demonstrasi ke DPRD Sulawesi Selatan, yang meminta semua kasus agraria segara diselesaikan. Selain KPA wilayah Sulawesi Selatan juga telah beberapa kali menyampaikan pernyataan sikap keras yang intinya mengutuk tindakan perampasan tanah yang dilakukan oleh kalangan birikrat, pengusaha (pemilik modal) dan militer.


08 Agt 2000
Implementasi Joint Understanding on Humanitarian Pause for Aceh

Berjalannya Kesepahaman Bersama tentang Jeda Kemanusiaan untuk Aceh dalam rangka mengurangi ketegangan dan meredakan eskalasi kekerasan di Aceh yang sudah diberlakukan sejak tanggal 2 Juni 2000 ternyata hingga saat ini tidak membawa perubahan yang cukup berarti. Walaupun pada awalnya Kesepahaman Bersama tentang Jeda Kemanusian tersebut dianggap sebagai cara yang efektif untuk mengurangi ketegangan dan kekerasan yang terjadi di Aceh.


28 Apr 2000
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM

Mencermati kondisi dan perkembangan sosial-politik Indonesia saat ini, tentunya kekerasan dan pelanggaran HAM masih sangat mendominasi sebagai suatu agenda nasional yang harus diselesaikan dengan segera. Langkah yang diperlihatkan kebinet persatuan nasional (Gus Dur) dalam menuntaskan persoalan kekerasan dan pelanggaran HAM, ternyata masih belum menyentuh subtansi yang sebenarnya. Hal ini mungkin disebabkan belum kuatnya kemauan politik dari kabinet Gus Dur untuk secara sungguh-sungguh menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga resistensi masyarakat menuntut proses peradilan baik para pelaku kekerasan dan pelanggaran HAM masih dan tetap akan mewarnai perkembangan sosial-politik Indonesia .


19 Apr 2000
Penghilangan 12 Orang Secara Paksa dan Upaya Penyelesaian Kekerasan Di Aceh

Dalam tahun 2000, terhitung sejak Januari hingga Maret, kasus penghilangan orang secara paska kembali terjadi di tanah Aceh. Ada sekitar 74 kasus orang hilang yang dilaporkan kepada LSM Aceh atau perwakilan Komnas HAM Aceh dan sekitar 28 orang diantaranya belum ditemukan hingga saat ini, selebihnya kembali atau ditemukan dalam keadaan tewas. Berdasarkan laporan-laporan yang dikumpulkan dan investigasi Kontras, ada hubungan yang erat antara hilangnya sejumlah orang dalam tiga bulan terakhir dengan operasi TNI dan POLRI di Aceh. Ada dua pola operasi yang berhubungan dengan proses penghilangan paksa yang terjadi di Aceh, yaitu penangkapan dan pencarian penduduk yang menjadi target di rumahnya dan sweeping aparat di jalan-jalan dan desa-desa. Ciri khas dari operasi-operasi tersebut diatas biasanya.


03 Apr 2000
Hilangnya Wiji Thukul

Pada tanggal 24 Maret 2000 Kontras telah menerima laporan dari keluarga korban Wiji Thukul atau hilangnya aktivis sekaligus penyair Wiji Thukul. Hari-hari sebelum Fitri bulan Februari 1998. informasi terakhir sekitar bulan April-Maret 1998, Wiji Thukul sempat bertemu temannya tetapi sejak saat itu hingga sekarang (selama 2 tahun ini), Wiji Thukul hilang.


31 Mar 2000
Perkembangan Terakhir Situasi Penegakan Hak Asasi Manusia di Aceh

Memasuki bulan keempat tahun 2000 atau bulan keenam pemerintahan Abdurrahman Wahid kondisi penegakan hak-hak sipil rakyat Aceh masih tetap buruk. Kekerasan dan kejahatan terhadapa kemanusian yang dilakukan oleh aparat militer terhadap rakyat sipil Aceh terus berlangsung tanpa gejala penurunan, bahkan mulai menampakkan kembali pola-pola modus operandi ala DOM, disertai gejala penguatan satuan-satuan militer di Aceh. Dari perspektif penegakan hukum dan keadilan praktek impunity untuk melindungi institusi militer dan negara dari tuntutan hukum makin jelas terlihat. Dalam konteks hubungan sipl dan militer, pembangkangan militer terhadap pemerintahan RI kembali menunjukkan bukti baru, melengkapi bukti-bukti pembangan yang memang telah ada sebelumnya.


28 Feb 2000
Perkembangan Situasi Di Aceh dan Perlunya Segera Gencatan Senjatan

Memasuki abad baru ini, ternyata situasi dan kondisi di Aceh tidak menunjukkan perubahan baru kearah penghormatan terhadap Hak Azasi Manusia. Dari data-data yang berhasil dihimpun KontraS justru terlihat peningkatan skala kekerasan terhadap rakyat sipil Aceh. Dari cattatan kami kategorikan kekerasan ini adalah beruapa pembunuhan kilat di luar proses hukum (extra judicial killing/sumaary excecution), penghilangan orang secara paksa/penculikan (dissapperenance involuntary), penyiksaan (torture), penangkapan dan penahanan sewenang-wenang (arbitary arrest) maupun perampasan dan perusakan harta benda.


08 Feb 2000
Kekerasan Di Aceh Terus Berlanjut

Beberapa tindak kekerasan kembali terjadi di Aceh. Kontras sendiri mencatat beberapa kejadian penting.


08 Feb 2000
Kekerasan di Aceh terus Berlanjut
Beberapa tindakan kekerasan kembali terjadi di Aceh. Kontras Sendiri mencatat beberapa kejadian penting.Pada sisi lain kontak senjata antara TNI dan AGAM masih terus berlanjut dan seringkali menimbulkan jatuhnya korban sipil. Seperti yang terjadi pda 16, 19 dan 22 Januari, penyerbuan dan Sweeping yang dilakukan oleh TNI telah mengakibatkan korban sipil setidaknya 3 orang tewas dan 2 orang hilang.

  Baca siaran pers terbaru:
Mas Joko, Berani Nggak? >>
Surat Terbuka Korban Pelanggaran HAM Berat kepada Presiden Terpilih Republik Indonesia 2014-2019, Ir. H. Joko Widodo >>
Mendorong Tim Transisi Presiden dan Wakil Presiden Terpilih; Membentuk Komite Kepresidenan Untuk Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat >>
16 Tahun Pencabutan Status Daerah Operasi Militer di Aceh Keadilan Bagi Korban dan Pengungkapan Kebenaran Masih Nihil >>
 
 

Copyright © 2007 | www.kontras.org
Jl. Borobudur No.14 Menteng | Jakarta Pusat 10320
Tlp: 021-3926983, 3928564 | Fax: 021-3926821 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org