Sekolah HAM untuk Mahasiswa (SeHAMA) X

2020 – 2021

Latar Belakang

Sekolah Hak Asasi Manusia untuk Mahasiswa (SeHAMA) adalah program edukasi yang diselenggarakan oleh Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan dalam bentuk kursus dan lokakarya untuk melatih mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang tertarik dalam memahami, mendalami, serta mengembangkan isu hak asasi manusia. SeHAMA telah berlangsung selama 9 (sembilan) kali dan mencatat terdapat 240 alumni dari seluruh angkatan SeHAMA yang telah dibuka sejak tahun 2009. Peserta yang mengikuti kegiatan SeHAMA berasal dari seluruh wilayah di Indonesia.

SeHAMA menargetkan anak muda yang masih duduk di bangku universitas atau setara dengan tingkat pendidikan tersebut. Generasi muda secara khusus menjadi target spesifik dari program ini mengingat beberapa dampak dan manfaat berkelanjutan. Hal lain yang menjadi konsiderasi dibentuknya SeHAMA ialah modal sosial, psikososial dan pengetahuan mahasiswa yang secara relative lebih terkualifikasi untuk berperan dalam kerja-kerja HAM. Anak muda akan berperan dalam program ini melalui seleksi terbuka berdasarkan target relevan spesifik yang potensial seperti daerah “rentan” yang sedang menghadapi tren pembangunan.

Kontribusi untuk kerja hak asasi manusia saat ini sangat relevan, ketika situasi terkait konflik horizontal diantara masyarakat semakin tinggi di bawah isu pluralisme, keberagaman atau radikalisme. Saat ini, Indonesia sedang menghadapi isu-isu tersebut yang harus dimitigasikan untuk meminimalisasi konflik. Maka dari itu, penting untuk mendorong adanya vocal point di daerah lokal untuk memantau dan menjadi bagian untuk mendorong adanya situasi damai. Mereka pun diharapkan agar dapat memulai investigasi, pemantauan, database dan mengidentifikasikan focal point yang terlibat dalam konflik, permasalahan dan jarak yang ada untuk kontribusi dalam menginisiasikan proses mitigasi konflik yang terjadi.

Penyelenggaraan SeHAMA X kali ini agak sedikit berbeda dari penyelenggaraan SeHAMA X pada tahun – tahun sebelumnya. Mengingat situasi pandemic Covid – 19 yang terjadi di hampir seluruh Negara, termasuk di Indonesia, maka proses seleksi hingga pelaksanaan kelas SeHAMA X akan dilakukan selama kurun waktu 2 tahun (2020 – 2021). Keputusan ini diambil oleh KontraS dengan harapan bahwa pandemi akan berakhir atau setidaknya menurun pada tahun 2021, sehingga pelaksanaan SeHAMA akan dilakukan pada antara Juli – Agustus 2021 namun persiapan dan seleksinya akan dimulai sejak awal Oktober 2020. Kegiatan SeHAMA X akan dibagi menjadi empat fase, yakni fase pertama pendaftaran dan seleksi administratif serta seleksi wawancara; fase kedua yaitu pre-course, sebagai tahapan bagi peserta untuk mendapatkan pemahaman mendasar dari ahli, pakar, praktisi mengenai hak asasi manusia. Pre-course akan dilakukan secara virtual dengan tujuan agar peserta lebih siap saat memasuki materi Kelas SeHAMA X; fase ketiga yakni kelas hak asasi manusia yang akan lebih banyak diisi dengan materi praktik bersama dengan kelompok rentan, kunjungan lapangan, meski juga tetap disertai dengan pemberian teori yang akan mendukung kegiatan peserta SeHAMA X selama live in berlangsung, dan diakhiri dengan penulisan proposal final project. Fase terakhir atau fase kelima merupakan bagian terpenting dan paling akhir setelah sessi kelas SeHAMA serta menjadi salah satu keunggulan dari project yang diajukan dalam proposal ini karena KontraS akan memfasilitasi peserta SeHAMA X untuk mengimplementasikan projek advokasi dan kampanye Hak Asasi Manusia. Implemetasi projek tersebut dilakukan, di antaranya melalui dua pendekatan/metode. Pertama, peserta SeHAMA yang terpilih dalam seleksi proposal projek advokasi akan mengimplementasikan projek proposal tersebut di wilayah atau daerah asalnya, dengan tema yang disesuaikan dengan materi yang didapat selama pelaksanaan SeHAMA X. Untuk itu, KontraS akan memberikan small grant bagi peserta pemenang penulisan proposal final project yang akan dipergunakan untuk implementasi project. Kedua, peserta SeHAMA diberikan kesempatan untuk melakukan magang dan menjadi volunteer di kantor KontraS, untuk mempraktikan secara langsung pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti SeHAMA X.

Tujuan

Tujuan dari proyek ini adalah untuk kesadaran kaum muda tentang pengarusutamaan nilai hak asasi manusia dalam agenda pembangunan. Hasil yang diharapkan segera dari proyek ini adalah:

  1. Memperkuat pemahaman, pengetahuan tentang hak asasi manusia; dan memperkuat keterampilan instrumen hak asasi manusia, baik secara nasional maupun internasional;
  2. Memperkuat kesadaran, kepekaan dan keselarasan peserta SeHAMA dengan isu-isu hak asasi manusia, dengan melakukan kegiatan bersama dengan para korban dan keluarga para korban, untuk mendengarkan langsung kisah-kisah dan pengalaman para korban, dan untuk berbagi pengalaman;
  3. Peserta mampu menginternalisasikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip HAM agar bisa secara konkret diterapkan dalam keseharian;
  4. Peserta mampu mengembangkan motivasi dan komitmen untuk melibatkan diri secara aktif untuk memperjuangkan hak asasi manusia.
  5. Program SeHAMA juga menyediakan program magang bagi peserta yang dipilih untuk berbagi pengalaman tambahan kepada alumni SeHAMA lainnya.

Metode Pelatihan

Selama masa pandemi, SeHAMA berlangsung secara digital. Adapun rincian metode pelatihan yang dapat kami berikan antara lain:

  1. Kuliah Kelas

Peserta akan belajar mengenai nilai-nilai dasar HAM dengan para pembicara yang merupakan praktisi, akademisi maupun badan pekerja KontraS. Adapun pembelajaran yang akan didapatkan dari kuliah tersebut meliputi kuliah umum dengan materi-materi dasar, yakni materi advokasi, investigasi, keadilan transisi dan prinsip-prinsip dasar HAM internasional yang sudah dibangun oleh PBB. Selain itu, peserta juga akan diajarkan beberapa materi terkait dengan fenomena social politik dan HAM.

  1. Kunjungan ke Lembaga negara dan instansi terkait

Peserta akan diajak untuk melakukan beberapa kunjungan ke Lembaga negara seperti Komnas HAM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan LPSK untuk mengetahui lebih lanjut secara langsung dari para pejabat Lembaga tersebut terkait usaha advokasi dan situasi HAM di Indonesia. Selain itu, peserta juga akan mengunjungi beberapa instansi yang isunya berkaitan dengan kerja HAM di KontraS seperti isu jurnalisme dan kampanye populer HAM.

  1. Kenali Kotamu

Pada sesi ini, peserta akan mengunjungi beberapa tempat yang mengalami atau memiliki sejarah peristiwa HAM yang berlangsung di beberapa area di Jabodetabek dan dipandu secara langsung oleh praktisi maupun aktivis yang berasal dari daerah tersebut. Sehingga peserta dapat mempelajari secara langsung bagaimana strategi advokasi dan kampanye maupun peristiwa HAM yang pernah terjadi di daerah tersebut dan dapat mengaplikasikannya di kemudian hari.

  1. Support Group

Peserta akan bertemu dengan beberapa komunitas pendamping, penyintas maupun korban pelanggaran HAM untuk mengetahui secara langsung tantangan, strategi dan dukungan apa yang dapat diberikan oleh peserta SeHAMA kepada kelompok-kelompok ini. Adapun komunitas atau kelompok yang menjadi sasaran ialah komunitas Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), komunitas LGBTIQ, komunitas penyandang disabilitas, komunitas korban pelanggaran HAM masa lalu dan komunitas minoritas agama.

  1. Live in*

Peserta akan tinggal beberapa hari dengan beberapa komunitas pendamping, penyintas maupun korban pelanggaran HAM untuk mendapat pengalaman pendampingan dan mengalami secara langsung tentang tantangan perjuangan yang dialami selama ini. Adapun komunitas atau kelompok yang menjadi sasaran ialah komunitas Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), komunitas LGBTIQ, komunitas penyandang disabilitas, komunitas korban pelanggaran HAM masa lalu dan komunitas minoritas agama.

Kepesertaan

  1. Berstatus sebagai Mahasiswa (Strata-1) atau setara
  2. Mengisi formulir pendaftaran di tautan https://bit.ly/DaftarSehama10
  3. Bersedia mengikuti seluruh proses kegiatan
  4. Memiliki perangkat komunikasi yang mendukung untuk proses kegiatan
  5. Memiliki aplikasi Zoom (sebagai ruang kelas daring)

Melalui SeHAMA X, KontraS berharap dapat menjadi tempat belajar bagi teman-teman di daerah guna mendorong pemberdayaan pada tiap peserta. Untuk itu, kelas-kelas kami susun seefektif mungkin agar para peserta dapat leluasa untuk bertanya, mengajukan pendapat, gagasan, atau pokok pikiran mengenai isu hak asasi manusia kepada para pemateri. Kami berharap melalui metode pembelajaran yang dinamis dapat membantu peserta untuk memahami situasi hak asasi manusia yang terjadi. Oleh karena itu, pada SeHAMA X kami menerima 35 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

Lain-Lain

Segala bentuk pertanyaan, dapat teman-teman ajukan melalui surat elektronik di Sehama10@kontras.org

*kegiatan live in akan bergantung pada situasi pandemi pada waktu tersebut

photo_2020-10-26_21-43-59

Peserta Lolos Administrasi

Terima kasih atas antusiasme teman-teman yang sudah mendaftar di SeHAMA X kali ini. Di bawah ini adalah nama-nama yang lolos tahap administrasi dan diharuskan untuk daftar ulang dengan menghubungi ke email sehama10@kontras.org atau ke nomor 08175110123

Setelah daftar ulang, nantinya kalian akan mendapatkan jadwal wawancara sebagai tahapan selanjutnya ya

Sampai jumpa!

Nama Asal Universitas
Aan Afriangga Universitas Mpu Tantular
Abd Malik Jais Doa Universitas khairun Ternate
Abdi Negara Situmeang Universitas Andalas
Abdurrahman Al-Fatih Ifdal Universitas Indonesia
Adelia Dwi Chahyani Universitas Jenderal Soedirman
Ahmad Zharfan Universitas Syiah Kuala
Aisha Maura Puteri Universitas Indonesia
Alfredo Putrawidjoyo Universitas Gadjah Mada
Alisa Qottrun Nada Munawaroh Universitas Negeri Semarang
Annisa Dewi Rinjani Universitas Tanjungpura
Arina Y. Putri Ankasa Universitas Jenderal Soedirman
Asima br Manik Universitas Negeri Medan
Awal Nugraha Universitas Telkom
Christian Goldberg Institut Teknologi Bandung
Dara Salsabila Universitas Padjadjaran
Dean Destar Kristio Universitas Sebelas Maret
Desy Putri Aldina Universitas Lampung
Devis Mamesah Universitas Raharja
Dhafin Izzanarsya Rhazdan Himawan Universitas Gadjah Mada
Dian Ekawaty A.Sangadji Universitas Khairun Ternate
Dyah Palupi Ayu Ningtyas UIN Malang
Fikri Rizki Firdaus Universitas Tanjungpura Pontianak
Firman Universitas Halu Oleo
Gisha Galizan Anwari Universitas Padjadjaran
Han Revanda Putra Universitas Gadjah Mada
Harry Wellsy Bakarbessy Universitas Pattimura
Himas Muhammady Imammullah El Hakim Universitas Indonesia
Iksan Universitas Halu Oleo
Ilham Hermansyah UPN Veteran Jakarta
Jhodi Hady Shofian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu
Jihan Brilian Sahira Universitas Merdeka Malang
Lintang Mutiara Savana Universitas Indonesia
Lutfiah Setyo Cahyani Universitas Diponegoro
Mikael Jonaldi Universitas Nusa Cendana Kupang
Mochamad Rifa’i Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long
Much Irfan Setio N Universitas Lampung
Muh Taufiq Firdaus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Muh. Taufiq A. T. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
Muhamad Sidik Pramono UIN Walisongo Semarang
Muhammad Amar Ma’ruf Universitas Hasanuddin
Muhammad Fakhrurrozi Universitas Islam Indonesia
Muhammad Gilang Alifandri Hasanuddin Universitas Hasanuddin
Muhammad Hamka Dharmakertayoga Universitas Gadjah Mada
Muhammad Nabil Hafizhurrahman UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Muhammad Ramzy Muliawan Universitas Andalas
Muhammad Syammakh Daffa Alghazali Universitas Andalas
Muthmaina W Universitas Muslim Indonesia
Nailul Fauziya Universitas Gadjah Mada
Namira Wulandari Nawawi Universitas Hasanuddin
Narik Yimin Tabuni Universitas Kristen Satya Wacana
Ni Made Dyah Laksmi Janila Sari Universitas Pendidikan Nasional
Nico Reynaldi Hutabarat Universitas Sriwijaya
Nisrina Fauziah Irtandi Universitas Padjadjaran
Nur Melani Universitas Gadjah Mada
NUR SAFIRA JIHAN SAFITRI Universitas Sebelas Maret
Nurlaelatil Qadrina UIN Alauddin Makassar
Nyayu Bela Aldia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Obaja Galang Karsa Tarigan Universitas Udayana
Permata Mohamad Salim UIN Jakarta
Rabiatul ‘Adawiah Universitas Mataram
Rantika Br. Purba Universitas Riau
Ridha Kusmawardiningrum Universitas Jambi
Rinto Leonardo Siahaan Universitas Brawijaya
Rizki Anggarini Santika Febriani Universitas Lambung Mangkurat
Rizky Fariza Alfian Universitas Muhammadiyah Malang
Sahidiyah Febrina Dwi Purwarini Trisakti
Surya Dua Artha Simanjuntak Universitas Sumatera Utara
Taufik Adi Kurniawan Universitas Pekalongan
Tiara Bakhtiar Universitas Brawijaya
toipul Universitas Islam Malang
Tonny Juliantika Priangan Universitas Udayana Bali
Trian Marfiansyah Universitas Brawijaya
Umar Abdurrahman Raharja Universitas Udayana
Viola Nada Hafilda Universitas Gadjah Mada
Wamela Nugyadanti Universitas Indonesia
Yonanda Cahya Universitas Padjadjaran
Yosan Guntara Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Garut
Yunita Fitriany Universitas Padjadjaran
Zana Faadhilah Arafah Universitas Lancang Kuning

Linimasa

Frequently Asked Question

Kata Alumni

Dokumentasi SeHAMA