Sekolah Hak Asasi Manusia Untuk Mahasiswa

 

  • Pengantar

Sekolah Hak Asasi Manusia untuk Mahasiswa (SeHAMA) adalah program edukasi yang diselenggarakan oleh Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan dalam bentuk kursus dan lokakarya untuk melatih mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu yang tertarik dalam memahami, mendalami, serta mengembangkan isu hak asasi manusia. 

SeHAMA telah berlangsung selama 9 (sembilan) kali dan mencatat terdapat 240 alumni dari seluruh angkatan SeHAMA yang telah dibuka sejak tahun 2009. Peserta yang mengikuti kegiatan SeHAMA berasal dari seluruh wilayah di Indonesia. SeHAMA menargetkan anak muda yang masih duduk di bangku universitas atau setara dengan tingkat pendidikan tersebut. Generasi muda secara khusus menjadi target spesifik dari program ini mengingat beberapa dampak dan manfaat berkelanjutan. Hal lain yang menjadi konsiderasi dibentuknya SeHAMA ialah modal sosial, psikososial dan pengetahuan mahasiswa yang secara relative lebih terkualifikasi untuk berperan dalam kerja-kerja HAM. Anak muda akan berperan dalam program ini melalui seleksi terbuka berdasarkan target relevan spesifik yang potensial seperti daerah “rentan” yang sedang menghadapi tren pembangunan.

Kontribusi untuk kerja hak asasi manusia saat ini sangat relevan, ketika situasi terkait konflik horizontal diantara masyarakat semakin tinggi di bawah isu pluralisme, keberagaman atau radikalisme. Saat ini, Indonesia sedang menghadapi isu-isu tersebut yang harus dimitigasikan untuk meminimalisasi konflik. Maka dari itu, penting untuk mendorong adanya focal point di daerah lokal untuk memantau dan menjadi bagian untuk mendorong adanya situasi damai. Mereka pun diharapkan agar dapat memulai investigasi, pemantauan, database dan mengidentifikasikan focal point yang terlibat dalam konflik, permasalahan dan jarak yang ada untuk kontribusi dalam menginisiasikan proses mitigasi konflik yang terjadi. 

Maka menjadi penting untuk memberikan nilai hak asasi manusia dan demokrasi kepada anak muda sebagai bagian penting dalam pembentukan kebijakan dan kehidupan sehari-hari. Khususnya untuk anak muda yang tinggal di daerah terpencil di Indonesia. Menjalin hubungan dengan anak muda, bukan merupakan metode baru yang dilakukan oleh KontraS. Melalui SeHAMA, KontraS beberapa kali bekerjasama dengan Kedutaan Kanada dan Kedutaan Swiss dalam mengimplementasikan program SeHAMA. Implementasi dari SeHAMA telah dilakukan sejak 2009 yang didedikasikan untuk kontribusi terhadap promosi gerakan hak asasi manusia di Indonesia.

 

  • Tujuan

Tujuan dari proyek ini adalah untuk kesadaran kaum muda tentang pengarusutamaan nilai hak asasi manusia dalam agenda pembangunan. Hasil yang diharapkan segera dari proyek ini adalah:

  1. Memperkuat pemahaman, pengetahuan tentang hak asasi manusia; dan memperkuat keterampilan instrumen hak asasi manusia, baik secara nasional maupun internasional;
  2. Memperkuat kesadaran, kepekaan dan keselarasan peserta SeHAMA dengan isu-isu hak asasi manusia, dengan melakukan kegiatan bersama dengan para korban dan keluarga para korban, untuk mendengarkan langsung kisah-kisah dan pengalaman para korban, dan untuk berbagi pengalaman;
  3. Program SeHAMA juga menyediakan program magang bagi peserta yang dipilih untuk berbagi pengalaman tambahan kepada alumni SEHAMA lainnya.