PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
30121899

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 3755 kali ]

Keprihatinan Atas Kasus Jeneponto

Pekan lalu, kami prihatin dan mempersoalkan tindakan warga yang menikam anggota kepolisian Rumbia, Jeneponto. Tindakan ini jelas melanggar hukum dan pelakunya harus ditindak secara hukum. Tindakan hukum harus ditempuh secara profesional, proporsional dan netral dalam penyelesaian kasus tersebut.

Tapi kali ini, kami memperoleh laporan yang juga memprihatinkan, yakni tewasnya tersangka Keterangan ini kami terima langsung dari pihak orang tua dari Muhammadong, dalam hal ini Ibu Sunggu (60 tahun), warga Dusun Bonto Manai, Desa Rumbia, Jeneponto. Keterangan dari Ibu Sunggu dan sejumlah keterangan versi warga dapat dilihat dalam lampiran.

Selanjutnya, Kami akan menelusuri lebih jauh peristiwa di Jeneponto tersebut, dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya dari semua pihak, baik dari kalangan keluarga, warga maupun juga dari pihak kepolisian. Tujuannya adalah untuk memberikan masukan yang proporsional kepada kepolisian setempat, tanpa bermaksud mendiskreditkan institusi.

Langkah investigasi ini amat penting untuk kami lakukan dalam rangka mengetahui sebab-sebab pasti dari kematian tersangka, apakah kematian itu terjadi akibat dari tindak penyiksaan seperti diduga oleh pihak keluarga, ataukah ada sebab lain yang berkaitan dengan tindakan medis terhadap tersangka.

Kami berharap jika ditemukan kesalahan atau kekeliruan yang dilakukan oleh perorangan, maka Polri perlu segera menempuh langkah-langkah yang diperlukan sesuai hukum yang berlaku terhadap kemungkinan adanya penyimpangan tindakan disiplin, profesi ataupun pidana.

Langkah-langkah ini penting mengingat Indonesia baru saja menerima kunjungan Pelapor Khusus PBB urusan Penyiksaan Manfred Novak beberapa waktu lalu. Pelapor Khusus PBB ini menemukan masih adanya kasus-kasus yang melanggar Konvensi PBB tentang Penyiksaan, Perlakuan dan Penghukuman Lain yang Kejam, tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat Manusia. Manfred Novak merekomendasikan agar pelaku penyiksaan dihukum berat.

Kami menghargai upaya-upaya Polri selama ini untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan kewajibannya untuk memberikan perlindungan keamanan dan dalam penegakan hukum. Dalam kesempatan ini kami mengingatkan kembali janji Kapolri Sutanto (26/11) ketika menanggapi temuan Manfred Novak yang menemukan banyak kasus penyiksaan terjadi ketika dalam penyidikan polisi, Kapolri mengatakan “Jangan ada lagi penyiksaan yang yang dilakukan oleh penyidik.”

Jakarta, 11 Desember 2007
 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.83.78.132
Komentar
email
 
 
   
DATA MONITORING
BUKU

BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES

[download]
Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin

PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM