PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
10526129

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 2019 kali ]
Untitled Document

PRESS RELEASE

NO. 26/SP-KONTRAS/VI/01

MENANGGAPI

Pertentangan antara penduduk pontianak dengan "pengungsi sambas"
Disekitar penampungan pengungsi gedung bulu tangkis pontianak.

Peristiwa kriminal yang dilakukan oleh 4 pemuda yang berasal dari lokasi pengungsian korban konflik sosila sambas terhadap salah satu keluarga dari penduduk sekitar tempat penampungan pengungsi gedung bulutangkis pontianak, telah memicu kembali ketegangan antara masyarakat pontianak dengan pengungsi asal sambas. Hal ini ditandai dengan adanya aksi pembakaran terhadap gubuk-gubuk pengungsi dikawasan penampungan pengungsi gedung bulutangkis pontianak oleh massa yang diserati protes dan ultimatum agar para pengungsi meninggalkan lokasi penampungan untuk menempati tempat relokasi yang telah disediakan pemerintah.

Peristiwa diatas menurut kontras merupakan akibat langsung dari tidak tertanganinya problem pengungsian ditanah air secara komprehensif oleh pemerintah. Problempengungsian tersebut ternyata menjadi penyebab bagi problem–problem sosial lainnya seperti kriminalitas, kesehatan, pendidikan dan prekonomian pengungsi. Disamping itu juga pengungsian tersebut berakibat terhadap kontraksi social dengan masyarakat sekitar lokasi pengungsian.

Problem kriminalitas yang berbuntut aksi perusakan oleh massa dalam analisis kontras mengindikasikan adanya upaya untuk menciptakan kembali konflik horizontal di wilayah kalimantan barat dengan memanfaatkan sentimen etnis dean ditambah komitmen pengungsi pada saat konflik serupa mereda dibeberapa wilayah lainnya di Kalimantan, yang ditandai dengan cepatnya mobilisasi massa untuk melakukan perusakan terhadap pemukiman pengungsi. Mudahnya mobilisasi terhadap penduduk pontianak juga mengindikasikan bahawa; pertama, hubungan antara penduduk kota dengan pengungsi memiliki persoalan ketidakharmonisan yang serius. Kedua, tidak tanggapnya aparat kepolisian setempat terhadap gejala kekerasan.

Untuk itulah kontras saat ini mengajukan desakan terhadap menteri pertahanan, menteri transmigrasi, dan menteri negara pemukiman dan pengembangan wilayah serta kapolri agar segera melakukan tindakan komprehensif untuk menangani problem pengungsian, dan dalam rangka mencegah berlarut-larutnya dampak aksi pembakaran yang dipicu peristiwa kriminil, yang bisa saja membesar dan berimplikasi meluas menjadi konflik horozontal. Beberapa point yang akan diajukan meliputi:

  1. Efektifitas aparat keamanan dalam penanganan kriminalitas yang terjadi di masyarakat. Dalam konteks kalimantan arat, kriminalitas yang melibatkan etnik-etnik yang "menghadapi persoalan dalam relasi sosialnya" sebagai korban atau pelaku sangat sensitive dan seringkali dibaca secara etnis sentries. Kecepatan dan ketegasan aparat keamanan diperlukan untuk mencegah membesarnya damapk peristiwa dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi hokum beserta aparaturnya.
  2. Keseriusan negara dalam menangani konflik horizontal; pemerintah harus tetap berkonsentrasi terhadap persoalan masyarakat, dalam hal ini masyarakat kalimantan barat. Diakui atau tidak, konflik sosial yang telah terjadi diwilayah kalimantan barat belum tertangani secara komprehensifdan tuntas. Keributan-keributan kecil yang masih terjadi menandai bahwa potensi konflik akibat tidak adanya penyelesaian yang komprehensif dan tuntas masih tersimpan di Kalimantan Barat.
  3. Rencana relokasi pengungsi; relokasi pengungsi yang sebenarnya sudah menjadi program pemerintah nampaknya perlu diseriuskan kembali. Keberadaan pengungsi dikota Pontianak hingga saat ini menunjukkan belum adanya upaya serius pemerintah untuk menindaklanjuti program relokasi. Pemerintah semestinya menyadari bahwa pengungsi yang tertampung tanpa kejelasan sangat berpotensi menjadi sunber persoalan tersendiri.

Demikian hal kami kemukakan, dengan harapan bahwa persoalan ini tidak disikapi secara emosional oleh masyarakat Pontianak, termasuk dalam menanggapi isu-isu apapun yang mengarah pada konflik dan kekerasan.

Jakarta, 25 Juli 2001

Badan Pekerja

Munarman

Koordinator



 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.205.99.71
Komentar
email
 
 
   
Pertentangan antara penduduk pontianak dengan "pengungsi Sambas
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM