PERINGATAN SATU DEKADE KONTRAS
Kampanye
Human Loves Human
 
KASUS MUNIR
Munir
Monitoring persidangan, sampai perkembangan terkini.
[Klik di sini]
 
TRISAKTI,SEMANGGI I&II
TRISAKTI, SEMANGGI I & II
GERAKAN MAHASISWA 98 dan PASCA 98
[Klik disini]
 
TANJUNG PRIOK

PERISTIWA TANJUNG PRIOK
12 September 1984
[Klik di sini]
 
TALANGSARI
talangsari
Tragedi Talangsari
7 Februari 1989
[Klik di sini]
 
PENCULIKAN
penculikan aktivis orang hilang
"Kasus Penculikan Aktivis"
[ Klik disini ]

Cari
Sumber

HuriSearch

Anda Pengunjung ke:
12663894

Siaran Pers
   
 
[ dilihat 983 kali ]
Solidaritas Untuk Perdamaian di Palestina-Lebanon
Sekretariat : Jalan Diponegoro 9 Menteng, Jakarta 10310
Ph:(62-21) 3913819 Fa~x:(62-21) 31900627

Press Release:
Hentikan Penggunaan Cara-Cara Kekerasan, Pulihkan Hak Para Korban dan Adili Pelaku Kejahatan Perang

Seluruh bangsa sekali lagi menujukan pandangannya ke kawasan tirnur tengah. Sejak bulan Juli, serangan bom ke Lebanon dan Israel telah rnerenggut ribuan nyawa. Aksi rniliter keji tersebut telah rnengakibatkan jatuhnya korban sipil (non-combatants). Lebih parah, anak-anak tak berdosa pun harus rnenjadi tumbal unjuk kekerasan para pihak yang bertikai.

Otoritas keagamaan, pernerintah berbagai negara, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah rnenunjukkan sikap rnengutuk agresirniliter terutam oleh Israel. Warga sipil di pelbagai belahan dunia tak henti rnenggelar aksi rnenentang kebiadaban Israel.

Kini, gencatan senjata sudah ditetapkan bagi kedua belah pihak. Narnun dernikian, proses rnenuju perdarnaian yang lebih permanen tampaknya rnasih belum terwujud.

Menggunakan kekerasan untuk rnenyelesaikan rnasalah atau rnenjadikannya sebagai sarana mencapai tujuan bukanlah cara yang bijak. Lembar kelam sejarah peradaban manusia mengaiarkan bahwa cara- cara kekerasan justru akan menyemai benih konflik. Sandiwara tragis dendam kesurnat peradaban itulah yang kini kita saksikan kernbali di Tirnur Tengah.

Kita tidak ingin hidup di dunia yang penuh teror dan kekerasan. Kita harus menolak dan menentang setiap pihak yang rnenggunakan senjata untuk mengusik kedarnaian. Apalagi jika kekerasan itu didernonstrasikan secara sewenang-wenang dan rnelanggar hak-hak asasi rnanusia.

Masyarakat intemasional telah menyepakati norrna-norrna pergaulan antar-bangsa. Geneva Convenrion, The Rome Statute of the International Criminal Court (Statuta Rorna), dan konvensi intemasional lainnya mengatur mengenai hal itu. Geneva Convention rnengatur rnengenai perlindungan terhadap penduduk sipil yang menderita sebagai korban perang atau sengketa bersenjata. Dalarn Statuta Rorna Pasal 8 Ayat 2 (b) (i) dan (ii), diatur bahwa serangan langsung yang dilakukan secara sengaja terhadap warga sipil yang tidak terlibat dalarn perlawanan adalah termasuk kejahatan perang.

Serangan terhadap warga sipil ke Israel dan Lebanon jelas telah melanggar ketentuan-ketentuan dalarn konvensi-konvensi intemasional tersebut. Tidak ada satu pun alasan yang dapat dipakai untul, mernbenarkan pembantaian yang dilakukan para pihak terhadap warga sipil dan anak-anak. Serangan ini secara nyata telah melakukan pelanggaran berat hak asasi manusia.

Kita, bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab mesti rnenolak segala bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan pelanggaran HAM serta mendukung usaha perdarnaian di Tirnur Tengah. Oleh karena itu, kami yang tergabung dalam Solidaritas Untuk Perdamaian di Palestina-Lebanon menuntut :

1.  Pemulihan hak-hak para korban perang, terutama dari pihak sipil dan anak-anak. Para pihak harus menyatakan permintaan maaf terhadap keluarga korban meninggal dan santunan, korban yang menderita fisik maupun psikis harus diberikan perawatan kesehatan yang memadai, korban kehilangan rumah tinggal harus disediakan pemukiman yang layak.

2.  Pemerintah Indonesia dan masyarakat internasional harus secara aktif memfasilitasi perdamaian di kawasan timur tengah dan membawa para pelaku pelanggaran berat kemanusiaan dan penjahat perang untuk diadili di International Criminal Court. Hal ini penting untuk menimbulkan deterrent effect (efek pencegah) bagi pihak-pihak yang berkuasa dan yang menguasai alat utama sistem persenjataan (alutsista).

3.  Mendorong adanya investigasi terhadap jatuhnya korban sipil semua pihak dan kejahatan perang, dengan mengacu pada hukum humaniter international.

Jakarta, 22 Agustus 2006

Koordinator Solidaritas Untuk Perdamaian di Palestina-Lebanon

 

ContactPerson : Ade Rostina S 0818991238
  Rachland Nashidik 811800013

Solidaritas Untuk Perdamaian di Palestina-Lebanon adalah gerakan .yang dibangung rakyat Indonesia sebagai wujudnyata penolakan penggunaan cara-cara kekerasan oleh Israel yang mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil dan anak-anak Lebanon. Organisasi-organisasi yang tergabung dalarn Solidaritas Untuk Perdamaian di Palestina-Lebanon: Imparsial, SHMI, P2D, MAmA, STT Jakarta, KontraS, Elsam, LBH Jakarta, YLBHI, Wahid Institute, PGI, Rahayu Movement, JKLPK, P3M, KWI, PBHI, SEKAR, JKB, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal lka, Gerakan Pemberdayaan Suara Perempuan, Serikat Perempuan Mandiri, Kelompok Perempuan Salsabila Jakarta, KAMIPENA, ICRP, dan UPC.


 
  Bookmark and Share  
 
 
 
BERIKAN KOMENTAR ANDA
Komentar yang diberikan adalah sepenuhnya tanggungjawab pemberi komentar.
Nama
 IP: 54.166.108.167
Komentar
email
 
 
   
BUKU


BANTUAN HUKUM MASIH SULIT DIAKSES


[download]


Index Buku terbitan kontraS
[Klik disini]
Buletin


PENCULIKAN AKTIVIS
[download]


[ Daftar buletin lengkap >> ]
HUKUMAN MATI
hukuman mati
Kampanye
Anti Hukuman Mati !!!
[Klik Disini]
POSO
hukuman mati
Pemantauan Kasus Pelanggaran HAM POSO
[Klik Disini]
ACEH
hukuman mati
Pemantauan HAM Di
Nagroe Aceh Darussalam
[Klik Disini]
AKSI DIAM KAMISAN
aksi diam kamisan
"Desakan Penuntasan Kasus Pelanggaran ham masa lalu"
[ Klik disini ]
UNDANG-UNDANG
INSTRUMEN HAM