Dalam rangka tribute to Peringatan 15 Tahun Terbunuhnya Pejuang Hak Asasi Manusia, Munir Said Thalib, Koalisi Keadilan untuk Munir menyelenggarakan diskusi dengan tajuk “Masih Mencari, Tetap Berani” bersama dengan keluarga Munir Said Thalib. Acara ini diselenggarakan pada hari Jumat, 6 September 2019 di Auditorium Visinema Campus bersama dengan pameran hasil karya publik tentang Munir. Pameran yang ditampilkan tidak terbatas pada lukisan atau design grafis, tetapi juga berbagai puisi ataupun lirik lagu yang diciptakan untuk mengenang sosok Munir. Pameran ini sebagai kanal bagi masyarakat luas untuk turut berpartisipasi secara aktif dalam mengkampanyekan dan menyuarakan semangat kemanusiaan yang diperjuangkan Munir.

Pada kesempatan kali ini, konsep acara dibuat lebih eksklusif dan intim dengan menciptakan rasa hangat kekeluargaan di setiap konten acaranya. Kerabat dan teman-teman seperjuangan Munir pun hadir dalam acara ini. Monolog “Aku Istri Munir” yang dibawakan oleh Holifah Wira sebagai pembuka acara. Monolog ini menggambarkan kehidupan sosial dan psikologis sebagai seorang Istri Munir. Rasa kekeluargaan semakin menguat dengan dibacakannya “Sepucuk Surat Untuk Sultan Alief Allende dan Diva Suki Larasati, Yang Ditinggalkan Ayah Mereka” karya Goenawan Mohammad oleh Jati Andito.

Setelah dibawa untuk menyelami suasana yang melankolis, dalam acara tersebut, juga menampilkan dua film pendek karya anak-anak Munir, yaitu Diva dan Alif, yang kini sudah mulai beranjak dewasa. Kedua film ini secara simbolik menceritakan dinamika kehidupan pribadi mereka setelah ditinggalkan oleh sang Ayah. Alif membuat sebuah film pendek yang berjudul “Payung Biru.” Menariknya adalah dalam pembuatan film, Alif belajar secara otodidak. Sementara, Diva, menampilkan sebuah cuplikan film animasi singkat atas pengalaman pribadinya.

Selanjutnya, acara ini ditutup dengan diskusi bersama Alif dan Diva tentang karya yang berhasil mereka ciptakan di usia yang masih remaja. Pembahasan dalam diskusi kali ini jauh lebih santai daripada biasanya karena berfokus pada dinamika keluarga selama ini. Di akhir acara, Alif dan Diva berpesan supaya Presiden RI, Joko Widodo dapat dengan tegas menghukum semua pelaku yang berperan dalam pembunuhan Munir.

September 10, 2019

15 Tahun Pembunuhan Munir “Masih Mencari, Tetap Berani”

Dalam rangka tribute […]
September 10, 2019

Mereka Bilang Disini Tidak Ada Tuhan

pengantar kontras BUKU […]
September 10, 2019

Reproduksi Ketidakadilan Masa Lalu

Buku berjudul “Reproduksi […]
September 10, 2019

Berjuang dari Pinggiran

Kata Pengantar Reformasi […]
September 10, 2019

Ungkap Tindakan Terror Berupa Pelemparan Karung Berisi Ular di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya

Komisi Untuk Orang […]
September 10, 2019

Posko Pengaduan Sebagai Upaya Awal Pengungkapan Kebenaran Bagi Korban Di Papua

Koalisi Masyarakat Sipil […]
September 9, 2019

Puluhan Warga Wawonii yang Dikriminalisasi Mencerminkan Negara yang Berpihak ke Perusahaan Tambang

[Jakarta, 9 September […]
September 6, 2019

Pemerintah Harus Tegas dan Serius Tuntaskan Kasus Munir

Siaran Pers Bersama […]
September 5, 2019

Penetapan Tersangka terhadap VK merupakan Ancaman bagi Kebebasan Berpendapat

Komisi untuk Orang […]
September 1, 2019

Surat Desakan: Polda Metro Jaya Harus Segera Melepaskan Aktivis dan Mahasiswa Papua yang Ditangkap

  Hari Sabtu, […]